ASIAWORLDVIEW – Global Sources Indonesia 2025 kembali hadir sebagai pameran dagang internasional yang memainkan peran strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah tantangan global yang dinamis. Diselenggarakan pada 25 hingga 27 September di Jakarta International Convention Center (JICC), ajang ini mempertemukan lebih dari 800 supplier terverifikasi dari China, Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong dengan pelaku usaha lokal—mulai dari distributor, importir, retailer, pemilik brand, hingga UMKM.
Dengan menampilkan lebih dari 140.000 sampel produk secara langsung, pameran ini memberikan akses sourcing yang lebih efisien, murah, dan cepat tanpa harus keluar negeri. Format pameran tahun ini juga lebih inovatif, dengan segmen baru seperti Fashion & Accessories, serta aktivasi interaktif seperti VR Experience dan demo produk bersama influencer.
Global Sources Indonesia 2025 diadakan sebagai ajang strategis untuk memperkuat perekonomian nasional melalui kolaborasi global dan efisiensi bisnis. Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan pasar yang cepat, pameran ini dirancang untuk membantu pelaku usaha Indonesia—mulai dari distributor, importir, retailer, pemilik brand, hingga UMKM—mengakses produk berkualitas dari supplier internasional dengan harga kompetitif tanpa harus melakukan perjalanan ke luar negeri.
Baca Juga: Kemitraan Ekonomi Indonesia–Uni Eropa Masuki Babak Baru, Potensi Perdagangan Melonjak
Sesi konferensi inspiratif dalam ajang Global Sources Indonesia 2025 menghadirkan empat pembicara ternama yang akan membagikan wawasan strategis dan praktis bagi pelaku bisnis di era digital. Helmy Yahya, sebagai influencer, public speaker, dan business coach, akan membuka diskusi dengan topik “Dunia Sudah Berubah dan Menanggapi Dominasi China di Dunia Bisnis,” membahas bagaimana pelaku usaha Indonesia dapat beradaptasi dan bersaing di tengah pergeseran kekuatan ekonomi global.
Theo Derick, content creator dan entrepreneur, akan berbagi kisah nyata dalam sesi “From Zero to Survive: Turning Passion into Profit in the Real World,”. Pembahasan menginspirasi peserta untuk mengubah minat pribadi menjadi bisnis yang berkelanjutan.
Sementara itu, Samuel Christ, co-founder Seefluencer, akan mengupas strategi pertumbuhan bisnis tanpa pemborosan anggaran melalui topik “Hire an Influencer or Build a Tribe? Growth Strategy Without Burning Cash,” dengan membandingkan efektivitas promosi melalui influencer versus membangun komunitas loyal.
Terakhir, Leo Giovanni, FYP specialist, akan membagikan insight tentang tren konten digital masa depan dalam sesi “What Kind of Content Sells in the Future?”, memberikan panduan bagi brand dan kreator untuk tetap relevan dan menjangkau audiens secara maksimal. Keempat sesi ini dirancang untuk memperluas wawasan, membekali peserta dengan strategi konkret, dan mendorong inovasi bisnis di tengah persaingan global yang semakin kompleks
