Pemerintah Rampungkan Stimulus Ekonomi: UMKM, hingga Kendaraan Listrik Dapat Dukungan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

ASIAWORLDVIEW – Pemerintah Indonesia tengah merampungkan paket stimulus ekonomi komprehensif yang akan berlaku hingga akhir 2025, dengan fokus pada peningkatan daya beli masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan perlindungan sosial. Salah satu komponen utama adalah program magang berbayar untuk lulusan baru, yang dirancang untuk mempercepat transisi dari pendidikan ke dunia kerja sekaligus mengurangi angka pengangguran muda. Di sisi fiskal, pemerintah memperkenalkan insentif pajak baru, termasuk perpanjangan PPh final 0,5% untuk UMKM dan pembebasan pajak bagi usaha dengan omzet di bawah Rp500 juta per tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan paket tersebut disusun atas instruksi Presiden Prabowo Subianto dan sedang disempurnakan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Stimulus juga mencakup diskon PPN dan PPnBM untuk kendaraan listrik dan hybrid, serta subsidi upah bagi pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta per bulan.

“Untuk memperkuat jaring pengaman sosial, pemerintah menebalkan bantuan sembako dan pangan, serta memperluas manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan seperti pelatihan kerja dan tunjangan pasca-PHK. Keseluruhan paket ini dirancang untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil di tengah tantangan global dan mendorong inklusi ekonomi yang lebih luas,” sebutnya Jumat (12/9/2025).

Baca Juga: Pemerintah Lanjutkan Stimulus Ekonomi 2025: Subsidi Upah dan Bebas PPh Tetap Berjalan

Dia menjelaskan bahwa program magang untuk lulusan baru bertujuan untuk lebih menyelaraskan keterampilan dengan kebutuhan industri. Paket tersebut juga memperluas insentif pajak yang ditanggung pemerintah (DTP), memperluasnya melampaui industri padat karya ke sektor-sektor seperti perhotelan, restoran, dan katering.

“Pekerja informal, termasuk pengemudi ojek online, akan dilindungi oleh skema jaminan sosial untuk kecelakaan kerja, pengangguran, dan kematian,” ia menambahakan.

Stimulus ini juga mencakup dukungan dari Badan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJS Ketenagakerjaan) untuk program perumahan, mulai dari kepemilikan rumah hingga renovasi, serta inisiatif cash-for-work di sektor transportasi dan perumahan. Secara total, paket ini akan mencakup delapan program utama dan empat inisiatif tambahan.