ASIAWORLDVIEW – Bitcoin anjlok di bawah USD113.000 hari ini, Rabu (20/8/2025), untuk pertama kalinya sejak 2 Agustus. Hal itu erjadi karena investor yang cemas tentang inflasi, tarif, dan ketidakstabilan geopolitik, menjauhi cryptocurrency dan aset berisiko lainnya.
Bitcoin telah mengalami penurunan tajam sejak mencapai rekor tertinggi USD124.128 pada Kamis lalu. Ethereum, yang mendekati rekor tertinggi sepanjang masa kurang dari seminggu yang lalu, diperdagangkan sekitar USD4.100, turun 4,6% dari Senin, sementara XRP dan Solana masing-masing turun 6,7% dan 3,5%.
Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar saat ini diperdagangkan di USD113.200, turun 2,5% dalam 24 jam terakhir.
Penurunan harga Bitcoin saat ini dipicu oleh kombinasi faktor makroekonomi, teknikal, dan sentimen pasar yang saling memperkuat. Kebijakan tarif baru dari Amerika Serikat, termasuk kenaikan tarif impor hingga 35%, telah memicu volatilitas di pasar keuangan global. Investor cenderung menghindari aset berisiko seperti kripto dan beralih ke aset yang lebih aman.
Setelah mencetak rekor harga di akhir Juli, banyak investor besar (whale) melakukan aksi ambil untung. Dalam 24 jam, tercatat likuidasi posisi long derivatif senilai lebih dari USD 900 juta, yang mempercepat penurunan harga.
Baca Juga: Era Baru Penambangan, Pemain Solo Tunjukkan Potensi Desentralisasi
Data on-chain menunjukkan bahwa penambang mulai menjual cadangan Bitcoin mereka setelah reli panjang. Tekanan jual dari penambang ini menambah beban pasar, terutama ketika permintaan institusional belum cukup kuat untuk menahan harga.
Investor menunggu pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, yang diperkirakan akan memberi sinyal arah suku bunga. Ketidakpastian ini membuat pasar kripto berada dalam mode waspada, dengan indeks sentimen berada di level netral.
Penjualan besar-besaran oleh whale, termasuk pelepasan 30.000 BTC senilai US$ 3,45 miliar, menjadi pemicu langsung koreksi harga ke level krusial $113.000. Jika level ini tidak bertahan, potensi penurunan lebih lanjut terbuka lebar.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar kripto saat ini sangat sensitif terhadap dinamika global dan aksi pemain besar. Kalau kamu tertarik, aku bisa bantu analisis teknikal atau strategi menghadapi volatilitas ini.
