ASIAWORLDVIEW – Pasar kripto sedang mengalami pergeseran besar, ditandai dengan turunnya dominasi Bitcoin (BTC). Apalagi menguatnya performa altcoin seperti Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), dan lainnya.
Namun BTC sempat menyentuh all-time high (ATH) di atas USD111.000, pangsa pasarnya justru menurun dari 66% menjadi sekitar 60% dalam beberapa minggu terakhir.
Dominasi Bitcoin (BTC.D) turun ke level terendah dalam 4 bulan terakhir. Sementara, kapitalisasi pasar altcoin melonjak melewati USD1,2 triliun, tumbuh lebih cepat dibanding BTCXRP, LINK, ADA, dan AVAX juga menunjukkan formasi teknikal bullish dengan potensi upside hingga 264%.
Asiaworldview.com mengutip dari berbagai sumber, Selasa (22/7/2025), pergeseran ini terjadi karena investor mulai rotasi modal dari BTC ke altcoin karena potensi pertumbuhan lebih tinggi.
Baca Juga: Harga Bitcoin Melesat, Berdampak pada Ekonomi Global
Bahkan, Stablecoin di exchange meningkat. Kondisi ini menandakan banyak “dry powder” siap masuk ke altcoin. Regulasi positif di AS, seperti Genius Act, memberi angin segar bagi altcoin berbasis smart contract. BTC bergerak sideways, membuka ruang bagi altcoin untuk mencuri perhatian investor.
Banyak analis menyebut ini sebagai awal dari altcoin season, yaitu fase ketika altcoin mengungguli BTC dalam performa harga dan volume. Namun, indikator teknikal seperti EMA50 dan EMA200 masih dipantau untuk konfirmasi penuh.
Kondisi ini juga mempengaruhi pasar kripto Indonesia. Hal tersebut menunjukkan respons yang kuat terhadap tren global, termasuk pergeseran minat dari Bitcoin ke altcoin.
Lonjakan harga BTC yang menembus USD23.000 atau sekitar Rp2 miliar pada Juli 2025 telah memicu efek domino di pasar domestik, mendorong investor lokal untuk mulai melirik aset kripto alternatif seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), XRP, dan Dogecoin (DOGE).
