ASIAWORLDVIEW – Sepang International Circuit (SIC) akan kembali menggelar MotoGP Malaysia pada tahun 2025. Balapan ini dijadwalkan berlangsung pada 24–26 Oktober 2025, dan menjadi seri ke-20 dari total 22 seri musim ini.
“Keindahan Sepang International Circuit (SIC) bukan hanya terletak pada kemegahan lintasannya, tapi juga pada desain arsitektur, atmosfer balapan, dan pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung,” sebut
Desain arsitektur Sepang International Circuit (SIC), salah satu elemen paling memukau dari sirkuit ini—menggabungkan estetika tropis, fungsionalitas tinggi, dan inovasi teknik yang menjadikannya ikon motorsport dunia.
Hermann Tilke, sebutnya, arsitek sirkuit ternama asal Jerman, merancang SIC dengan filosofi natural stadium. Menggunakan kontur tanah alami untuk menciptakan pengalaman visual yang dramatis.
Baca Juga: Fans Motor Balap Indonesia Antusias Sambut MotoGP Malaysia 2025
Dibangun di atas bekas perkebunan kelapa sawit seluas 260 hektare, dengan lebih dari 5.000 pohon sawit ditanam ulang untuk mempertahankan nuansa hijau. Sirkuit internasional ini memiliki desain yang unik.
Tribun utama berbentuk kipas sawit sepanjang 1,3 km memungkinkan penonton melihat lintasan lurus dan tikungan secara bersamaan. Sementara, bangunan pit yang menghadap tribun utama dilengkapi 33 garasi, ruang kontrol balapan, dan suite eksklusif seperti Perdana Suite untuk tamu VVIP.
“Paddock Chalets dan South Paddock modular dibangun dengan struktur baja daur ulang hingga 80%, menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan. Sirkuit ini kebanggaan Malaysia,” ia menambahkan.
SIC memanfaatkan panel surya untuk memenuhi sebagian kebutuhan energinya, menjadikannya salah satu sirkuit paling berkelanjutan di Asia. Sistem pengumpulan air hujan dan irigasi efisien juga diterapkan untuk konservasi air.
“Lintasan sepanjang 5.543 meter dengan 15 tikungan dan 8 lintasan lurus dirancang untuk balapan yang cepat dan teknis, sekaligus menyuguhkan pemandangan yang indah dari berbagai sudut,” jelasnya.
Desain SIC bukan hanya soal kecepatan, tapi juga tentang menciptakan ruang yang menyatu dengan alam, nyaman bagi penonton, dan efisien bagi tim balap.
