ASIAWORLDVIEW – Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencatat lonjakan signifikan dalam pencatatan penawaran umum perdana (IPO) tahun ini. Total Rp7,01 triliun yang berhasil dihimpun oleh 14 perusahaan baru sejauh ini.
Di antara pendatang baru, tiga perusahaan menonjol sebagai “perusahaan mercusuar,” atau perusahaan dengan kapitalisasi pasar setidaknya Rp3 triliun dan kapitalisasi pasar free float melebihi Rp700 miliar.
“Momentum pertumbuhan (IDX) terus berlanjut pada tahun 2025, dengan 14 pencatatan saham baru hingga akhir Mei 2025.” Dari daftar baru ini, tiga di antaranya adalah ‘IPO mercusuar,'” kata direktur utama IDX, Iman Rachman.
Secara keseluruhan, jumlah perusahaan yang terdaftar di pasar modal Indonesia telah mencapai 956. IDX menempati peringkat kedua di ASEAN dalam hal total jumlah perusahaan yang terdaftar.
Baca Juga: AS-China Sepakat Akhiri Perang Dagang, Pasar Saham Menguat
“Selain itu, (IDX) adalah bursa dengan pertumbuhan tertinggi kedua secara global, meningkat sebesar 1,38 persen tahun ke tahun (yoy),” ujarnya.
Dari laporan yang duterima, 14 perusahaan lainnya saat ini sedang dalam proses IPO. Delapan dari perusahaan-perusahaan tersebut dikategorikan sebagai perusahaan aset berskala besar, dengan aset melebihi Rp250 miliar.
Lima perusahaan adalah perusahaan skala menengah, dengan aset berkisar antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Sementara itu, satu perusahaan adalah perusahaan skala kecil, dengan aset di bawah Rp50 miliar.
Selain itu, perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi dalam IPO mendatang mencakup berbagai sektor industri. Mereka termasuk tiga perusahaan dari sektor keuangan, tiga perusahaan dari sektor transportasi dan logistik, dan dua dari sektor bahan baku.
