ASIAWORLDVIEW – Perhiasan sapphire Maia Estianty benar-benar mencuri perhatian publik saat prosesi siraman putranya, Al Ghazali, pada 14 Juni 2025. Ia tampil anggun mengenakan kalung blue sapphire mewah. Akhirnya menjadi populer.
Mengutip dari berbagai sumber, Sabu (21/6/2025), safir—terutama safir biru (blue sapphire)—menjadi favorit dalam dunia perhiasan karena kombinasi langka antara keindahan visual, makna simbolis, dan daya tahan luar biasa.
Warna biru safir yang dalam dan kaya—terutama jenis cornflower blue atau royal blue—memberikan kesan elegan dan abadi. Warna ini juga mudah dipadukan dengan berbagai logam mulia seperti emas putih, platinum, atau emas kuning.
Selain itu, memiliki makna simbolis yang kuat, dikaitkan dengan kesetiaan, kebijaksanaan, dan perlindungan spiritual. Dalam budaya Barat, batu ini sering dipilih untuk cincin pertunangan karena melambangkan cinta yang tulus dan abadi.
Dengan skor 9 pada skala Mohs, safir adalah batu permata terkeras kedua setelah berlian. Ini membuatnya sangat cocok untuk perhiasan sehari-hari karena tidak mudah tergores atau rusak.
Baca Juga: Perhiasan Sapphire Langka Maia Estianty Ditaksir Sekitar Rp10 Miliar

Batu safir memiliki nilai sejarah dan budaya yang panjang. Dari kerajaan Persia hingga keluarga kerajaan Inggris, safir telah digunakan sebagai simbol status dan kekuasaan selama berabad-abad. Cincin pertunangan Putri Diana adalah contoh paling ikonik yang memperkuat popularitas safir di era modern.
Cincin pertunangan Putri Diana yang kini dikenakan oleh Kate Middleton adalah salah satu perhiasan paling ikonik di dunia. Cincin ini menampilkan safir biru Ceylon oval 12 karat, dikelilingi oleh 14 berlian solitaire, dan dipasang di atas emas putih 18 karat.
Awalnya, Putri Diana memilih cincin ini sendiri dari katalog perhiasan Garrard pada tahun 1981—sebuah keputusan yang sempat kontroversial karena tidak dibuat khusus untuk keluarga kerajaan. Namun, justru karena itu, cincin ini dijuluki sebagai “cincin rakyat” dan menjadi simbol gaya Diana yang independen dan membumi.
Setelah Diana wafat, cincin ini diwarisi oleh Pangeran Harry, yang kemudian memberikannya kepada Pangeran William sebagai bentuk kasih persaudaraan, agar William bisa melamar Kate Middleton dengan cincin milik ibunda mereka. William melamar Kate pada tahun 2010 saat mereka berada di Kenya, dan sejak itu cincin ini menjadi simbol cinta dan warisan keluarga kerajaan Inggris.
Cincin ini bukan hanya indah secara visual, tapi juga sarat makna emosional dan sejarah. Kini nilainya diperkirakan mencapai lebih £12,5 juta atau sekitar Rp275 miliar karena nilai sentimental dan status ikoniknya.
Untuk replika berkualitas tinggi dengan safir Ceylon asli dan berlian natural, harga bisa berkisar antara Rp500 juta hingga Rp2 miliar, tergantung kualitas batu, kejernihan, potongan, dan sertifikasi.
