ASIAWORLDVIEW – Isu kerusakan lingkungan di Raja Ampat menjadi sorotan publik. Hal ini terjadi akibat adanya aktivitas pertambangan nikel, menyebabkan alam terus tergeri. Masyarakat mengeluarkan protes keras terhadap pemerintah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengunjungi Pulau Gag, Raja Ampat, pada 7 Juni 2025. Ia meninjau langsung aktivitas tambang nikel yang menjadi sorotan publik
“Saya datang ke sini untuk melihat langsung apa yang sebenarnya terjadi,” kata Lahadalia dalam kunjungannya. Ia menambahkan bahwa temuan-temuan dari kunjungan tersebut akan dilaporkan oleh kementeriannya.
Baca Juga: Emas Makin Bersinar, Pakar Sebut Investasi Abadi
Dalam kunjungannya, Bahlil ingin memastikan kondisi tambang PT Gag Nikel, yang sebelumnya dihentikan sementara oleh Kementerian ESDM pada 5 Juni 2025 untuk verifikasi lapangan. Ia juga berdialog dengan masyarakat setempat, yang sebagian besar meminta agar operasional tambang tetap dilanjutkan karena berdampak pada ekonomi mereka.
Kunjungan ini dilakukan setelah muncul kekhawatiran bahwa aktivitas tambang dapat merusak ekosistem wisata Raja Ampat, yang dikenal sebagai salah satu surga biodiversitas laut dunia
“Evaluasi menyeluruh akan dilakukan, termasuk pemeriksaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan konsultasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup sebelum keputusan akhir diambil,” ia menambahkan.
Raja Ampat adalah rumah bagi 75% spesies terumbu karang dunia serta berbagai satwa endemik seperti cenderawasih botak dan pari manta, yang terancam oleh ekspansi tambang.
Aktivitas ini menyebabkan kerusakan terumbu karang. Hal itu terjadi akibat sedimen dari aktivitas tambang telah menutupi permukaan terumbu karang, menghambat fotosintesis, dan mengancam ekosistem laut.
Selain itu, limbah tambang yang mengandung logam berat seperti nikel dapat mencemari perairan, berdampak pada biota laut dan kesehatan masyarakat
Masyarakat lokal yang bergantung pada ekowisata dan perikanan menghadapi tantangan besar akibat perubahan ekosistem dan pencemaran lingkungan.
