Fakta Akuisisi Tokopedia oleh TikTok, PHK Massal sampai Lanskap eCommerce Berubah

Tokopedia I TikTok Shop

ASIAWORLDVIEW – Akuisisi Tokopedia oleh TikTok ternyata berdampak besar pada tenaga kerja hingga industri eCommerce di Indonesia. Setelah merger, TikTok Shop melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap ratusan karyawan di Indonesia sebagai bagian dari efisiensi biaya operasional.

Mengutip dari berbagai sumber, Minggu (8/6)/2025), PHK ini menyasar berbagai divisi, termasuk logistik, pemasaran, operasional, dan pergudangan. Sebelum akuisisi, bisnis e-commerce ByteDance di Indonesia memiliki sekitar 5.000 karyawan, tetapi setelah penggabungan dengan Tokopedia, jumlahnya menyusut menjadi 2.500 karyawan.

Biasanya, divisi-divisi ini merupakan tulang punggung e-commerce—mulai dari memastikan distribusi barang berjalan lancar hingga mengembangkan strategi pemasaran untuk menarik pelanggan. Ketika terjadi restrukturisasi akibat akuisisi, perusahaan sering kali merampingkan tim untuk menyesuaikan operasional dengan strategi bisnis baru. Sayangnya, ini berdampak langsung pada tenaga kerja yang kehilangan pekerjaannya.

Baca Juga: Menteri Yassierli: Gelombang PHK Terbesar Ada di Jawa Tengah, Jakarta dan Riau

TikTok menyatakan bahwa mereka terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai bagian dari strategi pertumbuhan dan inovasi, meskipun langkah PHK ini menimbulkan kekhawatiran bagi para pekerja.

Dampak Signifikan bagi eCommerce di Indonesia

TikTok Shop by Tokopedia.
TikTok Shop by Tokopedia.

PHK massal akibat akuisisi TikTok terhadap Tokopedia memiliki dampak jangka panjang yang cukup signifikan bagi industri eCommerce di Indonesia.

Menurut Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), gelombang PHK ini bukan tanda krisis struktural, melainkan bagian dari normalisasi setelah ekspansi besar-besaran selama pandemi. Banyak perusahaan e-commerce yang sebelumnya tumbuh pesat kini harus menyesuaikan skala operasional agar tetap kompetitif.

Jejak TikTok terhadap Tokopedia akan diikuti eCommerce yang beroperasi di Indonesia, melakukan efisiensi dan optimalisasi sumber daya. Diramalkan akan beralih dari ekspansi agresif ke strategi yang lebih berkelanjutan, seperti efisiensi biaya dan pemanfaatan teknologi seperti AI dan big data untuk meningkatkan produktivitas.

Dengan semakin banyaknya PHK, tenaga kerja di industri digital harus beradaptasi dengan perubahan model bisnis. Kemungkinan besar, perusahaan akan lebih selektif dalam merekrut karyawan dan lebih mengandalkan otomatisasi. Selain itu, berdampak pada pengalaman pengguna dan pelaku UMKM yang bergantung pada platform seperti Tokopedia dan TikTok Shop untuk berjualan.