ASIAWORLDVIEW – Perang dagang antara Amerika Serikat dan China memiliki dampak signifikan terhadap industri kripto. Ketegangan ekonomi ini menciptakan ketidakpastian pasar, yang sering kali memicu volatilitas harga aset digital seperti Bitcoin dan Ethereum.
Fahmi Almuttaqin, Analis Reku, mengatakan, selain perkembangan diskusi dagang AS-China yang belum terlalu positif saat ini, investor sedang menunggu data tenaga kerja AS dan keputusan suku bunga dari bank sentral Eropa.
“Meskipun data inflasi PCE bulan April yang dirilis pekan lalu menunjukkan kenaikan yang lebih rendah dari ekspektasi, kekhawatiran investor terhadap potensi kenaikan inflasi akibat kebijakan tarif baru AS masih membayangi, terlebih dengan masih belum adanya sinyal penurunan suku bunga The Fed yang disampaikan oleh Jerome Powell seperti dalam pidatonya pada pembukaan acara Konferensi Peringatan 75 Tahun Divisi Keuangan Internasional 2 Juni lalu,” lanjutnya.
Baca Juga: Anggota Senat AS Jadi Sorotan setelah Lakukan Transaksi Bitcoin USD500.000
Sementara itu, pihak AS menuduh Beijing tidak memenuhi komitmen ekspor mineral penting. Meski Presiden Trump percaya bahwa komunikasi dengan Presiden Xi Jinping bisa meredakan ketegangan, hingga kini belum ada kepastian bahwa pembicaraan tingkat tinggi tersebut akan segera terjadi.
“Di sisi lain, pergerakan pasar kripto dan saham AS cenderung lebih stagnan khususnya dalam dua hari terakhir dengan indeks Nasdaq, dan Dow mengalami kenaikan dan penurunan di bawah 0,35%. Indeks S&P 500 pada perdagangan 4 Juni bahkan hanya bergerak naik 0,0074%. Volatilitas di pasar kripto khususnya pada aset-aset dengan kapitalisasi pasar terbesar pun juga relatif tidak terlalu tinggi,” ia menambahkan.
Sentimen baru baik di pasar kripto dan saham AS juga cenderung minim, meskipun tren adopsi institusi terhadap Bitcoin masih relatif solid. Secara umum, baik saham AS maupun crypto masih cenderung wait and see, menanti kejelasan data ekonomi dan perkembangan terkait arah kebijakan suku bunga The Fed.
“Meskipun demikian, aksi profit taking BTC yang sempat terlihat pasca Bitcoin mencetak rekor harga tertinggi barunya pada 23 Mei lalu terlihat semakin mereda. Di tengah
perkembangan diskusi dagang AS-China yang tidak terlalu positif, aliran dana masuk neto ETF Bitcoin spot pada 4 Juni pasca postingan Trump terkait Xi Jinping, masih membukukan
angka positif di USD87 juta,” pungkasnya.
