ASIAWORLDVIEW – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap sistem perdagangan multilateral dalam pertemuan dengan Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala di Paris pada Selasa waktu setempat.
“WTO memiliki peran kunci dan tak tergantikan dalam mempromosikan dan memperkuat sistem perdagangan multilateral berbasis aturan,” katanya dalam sebuah pernyataan pada Rabu (4/6/2025).
Ia juga membahas beberapa perkembangan dalam agenda nasional dengan WTO, termasuk isu-isu yang terkait dengan pertanian, perikanan, dan perdagangan dalam sistem elektronik. WTO berfungsi sebagai forum untuk merundingkan perjanjian perdagangan internasional dan mencakup mekanisme penyelesaian sengketa.
Baca Juga: Menko Airlangga Hartarto Umumkan Stimulus Ekonomi untuk Masyarakat, Diskon Listrik hingga BLT
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto baru-baru ini menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap perdagangan multilateral dan aksesi ke Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Dalam pertemuan dengan Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala di Paris, ia menekankan pentingnya sistem perdagangan berbasis aturan untuk mendukung negara berkembang.
WTO memiliki 166 negara anggota, dengan sekitar tiga perempatnya adalah negara-negara berkembang. Keanggotaan Indonesia di WTO diatur oleh Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994, yang menyangkut Perjanjian tentang Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia.
Indonesia berharap aksesi ke OECD dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan investasi. Selain itu, memperkuat posisi negara dalam perdagangan global.
Indonesia telah memperoleh manfaat yang signifikan dalam memperluas perdagangan internasional dengan memanfaatkan prinsip-prinsip dan langkah-langkah fasilitasi seperti National Treatment, Most Favored Nations (MFN), Special and Differential Treatment (SDT), dan program-program pengembangan kapasitas.
