ASIAWORLDVIEW – Ripple menyumbangkan Tengkorak Satoshi kepada komunitas Bitcoin dalam sebuah acara di Konferensi Bitcoin 2025. Tengkorak ini awalnya dibuat untuk menyoroti konsumsi energi Bitcoin, tetapi kini menjadi simbol ketahanan Bitcoin dalam ekosistem kripto.
CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menyatakan bahwa donasi ini adalah langkah untuk menyatukan komunitas kripto, termasuk BTC dan XRP, yang sering kali berselisih. Tengkorak Satoshi kini akan memiliki rumah permanen di Museum Bitcoin di Nashville, menandai perubahan dari simbol kritik menjadi lambang persatuan dalam industri blockchain.
Langkah ini menunjukkan bahwa Ripple ingin mendorong kerja sama di dunia kripto, bukan hanya persaingan. CEO Ripple mengatakan bahwa ia berharap gerakan ini akan terus mengingatkan seluruh komunitas kripto bahwa mereka memiliki lebih banyak kesamaan, terlepas dari koin yang mereka pegang atau komunitas tertentu tempat mereka berasal.
Baca Juga: Konferensi Bitcoin 2025 Diselenggarakan di AS
Menariknya, komentar Garlinghouse muncul hanya seminggu setelah dia memanggil Senator pro-Bitcoin Cynthia Lummis karena membatalkan pertemuan dengannya dan gagal menjadwal ulang meskipun ada panggilan darinya.
Perselisihan antara komunitas Bitcoin dan XRP telah menjadi sangat jelas belakangan ini. Pengacara pro-XRP John Deaton baru-baru ini membalas seorang pengikut yang memanggilnya karena menghadiri konferensi Bitcoin 2025 sebagai “orang XRP”.
Sementara itu, Chief Technology Officer (CTO) Ripple, David Schwartz, mengecam Bitcoin maxis yang mengkritik XRP dan Ledger karena dianggap terpusat. Dia menyatakan bahwa altcoin tidak memiliki penerbit dan peran Garlinghouse sebagai CEO perusahaan kripto tidak memengaruhi desentralisasi XRP Ledger.
