Google Maksimalkan Teknologi Kecerdasan Buatan dengan Gemini hingga AI Mode

Google.

ASIAWORLDVIEW – Pada Google Cloud Summit 2025, Gemini diperkenalkan sebagai teknologi Artificial Intellegence (AI) terbaru. Salah satu manfaatnya, adanya peningkatan efisiensi AI.

Fanly Tanto, Country Director Google Cloud Indonesia dalam acara Google Cloud Summit Jakarta 2025 menjelaskan, dengan Gemini 2.5, pemrosesan data dan analitik menjadi lebih cepat dan akurat.

“Dengan peluncuran ini, Google Cloud semakin memperkuat posisinya dalam ekosistem AI dan cloud computing, memberikan solusi yang lebih canggih bagi bisnis dan pengembang,” katanya.

Dalam fitur ini, Google melakukan integrasi AI yang lebih intuitif. Kemudian, memungkinkan pengembang menciptakan AI agentic yang lebih responsif dan interaktif.

“Infrastruktur cloud yang diperkuat memungkinkan untuk memanfaatkan AI dalam skala besar tanpa mengorbankan performa. Di tengah gempuran kecanggihan teknologi ini, kita harus bisa beradaptasi. Teknologi AI dibuat untuk membanntu manusia, bukan untuk menggantikannya,” pungkasnya.

Baca Juga: Google Cloud Summit Jakarta 2025: Dukung Perkembangan AI dan Ekonomi Digital di Indonesia

Sementara, Google mengumumkan perubahan terbesar yang dilakukan Google pada platform penelusurannya, penambahan yang disebut AI Mode. Sebelumnya hanya tersedia melalui program pengujian Labs perusahaan, AI Mode memungkinkan pengguna untuk melakukan percakapan bolak-balik dengan AI Google, mirip dengan interaksi yang Anda lakukan dengan ChatGPT, Bing, atau Perplexity.

Tersedia pertama kali untuk pengguna di Amerika Serikat, AI Mode merupakan cara Google untuk bersaing di ranah chatbot tanpa harus meninggalkan produk pencarian tradisionalnya. Alih-alih menggantikan Search, AI Mode tersedia sebagai tab di Search, mirip dengan item seperti Images, News, dan Videos.

AI Mode menggunakan model frontier Google dan memanfaatkan apa yang disebut perusahaan sebagai teknik “query fan-out”. Metode ini, menurut Google, memecah kueri Anda menjadi subtopik yang lebih kecil, menjalankan sejumlah penelusuran terpisah secara bersamaan. Hal tersebut, jelas Google, memungkinkan Mode AI untuk melakukan pencarian yang lebih dalam daripada Penelusuran tradisional.