HIPPINDO: Daya Beli Meningkat saat Ramadan dan Lebaran, Perluas Dampak Ekonomi Nasional

Pengunjung bersantai di Sarinah, Jakarta.(Pemprovdki)

ASIAWORLDVIEW – Momentum Lebaran memang menjadi salah satu pendorong utama bagi industri ritel di Indonesia. Selama periode ini, banyak peritel mencatat lonjakan transaksi yang signifikan, terutama karena meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk persiapan Idul Fitri.

Menurut Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), momentum Lebaran memang menjadi pendorong utama bagi industri ritel. Dalam periode ini, sebagian besar peritel biasanya mencatat lonjakan transaksi yang signifikan, terutama untuk kategori produk seperti kebutuhan pokok, fashion, elektronik, dan hadiah Lebaran.

Hal itu diungkapan Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, dalam peluncuran BINA Lebaran 2025 di Jakarta, baru-baru ini. Ia menegaskan bahwa momentum Lebaran merupakan pendorong utama bagi industri ritel, di mana sebagian besar peritel mencatat lonjakan transaksi yang signifikan.

“Bulan Ramadan dan Lebaran adalah periode krusial bagi sektor ritel, dengan kontribusi mencapai 40% dari total pendapatan tahunan bagi banyak peritel. BINA Lebaran 2025 hadir bukan sekadar sebagai program diskon, tetapi sebagai katalis yang memperkuat konsumsi domestik dan memperluas dampak ekonomi secara nyata,” ia mengatakan.

Baca Juga: Menko Airlangga Hartarto: Peluncuran BINA Lebaran demi Menjaga Daya Beli Masyarakat

Program ini tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga mendukung keberlangsungan bisnis lokal, mulai dari pemasok, produsen, hingga tenaga kerja di sektor ritel. Yang istimewa, BINA Lebaran 2025 menjadi ajang di mana UKM, brand lokal, dan brand global bersatu padu serta berkolaborasi untuk berkontribusi terhadap perdagangan dalam negeri dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan menghadirkan beragam kategori produk—mulai dari fesyen, elektronik, kebutuhan rumah tangga, hingga kuliner—kami ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan pengalaman belanja terbaik dengan manfaat yang langsung dirasakan oleh industri dan ekosistem bisnis lokal. Ini adalah bukti nyata bahwa belanja di dalam negeri tidak hanya menguntungkan masyarakat, tetapi juga memperkuat industri nasional secara keseluruhan,” ia menambahkan.

Peningkatan transaksi ini juga didukung oleh tradisi belanja masyarakat menjelang Idul Fitri dan berbagai program diskon yang diadakan oleh peritel untuk menarik konsumen. Selain itu, Tunjangan Hari Raya (THR) turut memperkuat daya beli masyarakat sehingga meningkatkan aktivitas belanja.

HIPPINDO mencatat bahwa periode Lebaran memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan tahunan peritel, menjadikannya salah satu momen yang sangat dinantikan di sektor ritel. Apakah Anda ingin mendalami strategi peritel selama Ramadan dan Lebaran?