Hati-Hati, Dampak Negatif Overbuying Makanan dan Barang saat Ramadan

Ilustrasi belanja online.(freepik)

ASIAWORLDVIEW Ramadan adalah momen istimewa bagi umat Islam. Selama sebulan penuh, Muslim diharuskan menahan keinginan mereka dengan puasa. Namun, tidak jarang orang mengalami kesulitan mengendalikan keinginan mereka, seperti terjebak dalam perilaku konsumtif dan overbuying.

Mengenai overbuysing, Dr Megawati Simanjuntak, Pakar Keluarga dan Sains Konsumen IPB, mengatakan bahwa overbuying adalah tindakan seseorang untuk membeli barang atau jasa secara berlebihan.

“Biasanya, perilaku overbuys dilakukan tanpa mempertimbangkan kebutuhan aktual dan sering terjadi selama Ramadhan. Tentu saja, segala sesuatu yang berlebihan tidak baik, termasuk overbuysing karena memiliki dampak negatif yang lebih banyak, ”katanya seperti dikutip oleh Asiaworldview.com dari laman resminya.

Selama Ramadan, overbuying paling umum selama buka puasa. Di atas meja makan, makanan berat seperti nasi dan lauk biasanya disajikan, ditambah makanan dan makanan yang digoreng, es buah, dan kurma sebagai menu takjil. “Tentu saja ini berlebihan dan tidak baik untuk kesehatan dan pengeluaran,” katanya.

Baca Juga: Ramadan di ASHTA District 8: Gabungkan Seni, Budaya, dan Belanja

Dr Megawati menjelaskan bahwa overbuying biasanya terjadi karena kelaparan mata saat pecah cepat. “Pembuatan berlebih dapat dipicu karena Anda telah berpuasa sepanjang hari dan lapar, jadi Anda ingin membeli banyak makanan,” katanya.

Perilaku semacam ini, lanjutnya, juga sering terjadi saat mendekati liburan atau Idul Fitri. “Ketika Idul Fitri semakin dekat, orang biasanya berpikir untuk membeli pakaian baru, menyiapkan makanan yang khas dari Idul Fitri, seperti Rendang, Ketupat, Opor Ayam dan bahkan berbagai kue,” katanya.

Dr Megawati juga memberikan tips bagi masyarakat untuk menghindari pembelian yang berlebihan. Yang terpenting, katanya, adalah manajemen dan perencanaan keuangan, dengan membuat daftar apa saja yang dibutuhkan.

“Jangan karena tergoda dan lapar saat akan berbuka puasa, lalu membeli semua makanan yang sebenarnya berlebihan. Ingatlah bahwa fokus Ramadan adalah berlomba-lomba dalam kebaikan,” jelasnya.