ASIAWORLDVIEW – Cardano (ADA) mencatat lonjakan harga signifikan setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa aset ini akan dimasukkan dalam Crypto Strategic Reserve. Pengumuman ini langsung mendorong harga ADA naik lebih dari 60%, mencapai puncak tertinggi dalam 12 minggu di USD1.19, setelah sebelumnya berada di titik terendah USD0.64 pada 2 Maret.
Sebelum pengumuman resmi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, investor besar atau whale tampaknya sudah mulai mengakumulasi ADA dalam jumlah besar.
Sentimen positif ini tidak hanya berdampak pada harga, tetapi juga memicu peningkatan besar dalam aktivitas jaringan, jumlah transaksi harian, dan total nilai terkunci (TVL) di ekosistem Cardano.
Baca Juga: Analis Pantau Cardano Berusaha Pertahankan Tren Bullish
Data dari Santiment menunjukkan bahwa pemegang antara 10 juta hingga 100 juta ADA secara aktif meningkatkan kepemilikan mereka setelah harga turun ke USD0.57.
Dalam tiga hari, lebih dari 130 juta ADA ditambahkan ke dompet mereka, sebuah pola yang sering kali menjadi indikator awal lonjakan harga. Akumulasi dalam jumlah besar ini meningkatkan tekanan beli dan akhirnya memicu reli pasar yang terlihat saat ini.
Lonjakan harga ADA sendiri beriringan dengan peningkatan aktivitas di jaringan Cardano. Dalam waktu 24 jam, jumlah dompet aktif unik mengalami lonjakan 157%, mencapai 3.720 dompet, berdasarkan laporan dari DappRadar.
Sementara itu, jumlah transaksi harian melonjak lebih dari 200%, dengan total 17.120 transaksi, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan blockchain.
Selain itu, Total Value Locked (TVL) dalam ekosistem DeFi Cardano juga mengalami kenaikan tajam sebesar 54%, dari $323 juta ke $499 juta, berdasarkan data dari DefiLlama. Pertumbuhan ini menandakan bahwa investor dan pengguna semakin aktif dalam memanfaatkan jaringan Cardano setelah adanya pengumuman dari pemerintah AS.
