ASIAWORLDVIEW – Raksasa teknologi Apple akan berinvestasi di pabrik perakitan AirTag di Indonesia melalui vendor pihak ketiga. Produsen iPhone ini dikabarkan tak melakukan investasi langsung.
Hal itu diungkapkan Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani. Ia menjelaskan bahwa Apple biasanya beroperasi melalui vendor untuk investasi di luar negeri, mengikuti pendekatan yang sama di India, Vietnam dan Malaysia.
“Investasi ini tidak akan datang langsung dari Apple, tetapi akan dilakukan melalui vendor. Ini adalah strategi global Apple,” kata Rosan kepada wartawan.
Baca Juga: Demi Jual iPhone 16 di Indonesia, Apple Dirikan Pabrik AirTag
Menurutnya, salah satu vendor Apple telah mengakuisisi lahan di Batam untuk mendirikan pabrik yang akan memproduksi perangkat AirTag dan komponen Apple lainnya.
“Apple mengandalkan sekitar 320 vendor untuk produksi iPhone saja. Saat ini ada sekitar 35 hingga 40 vendor Apple di Thailand, Malaysia, dan Vietnam,” tambah Rosan.
Masuknya vendor pertama Apple di Indonesia diharapkan dapat menarik lebih banyak investor teknologi global, kata Rosan.
“Kami ingin menjadi bagian dari rantai pasokan global. Tidak mudah untuk meyakinkan investor internasional untuk masuk ke Indonesia, tetapi investasi yang akan datang ini diharapkan akan mendorong perusahaan-perusahaan Amerika lainnya untuk mengikutinya,” tambahnya.
Pabrik perakitan Apple ini diharapkan dapat menciptakan 2.000 lapangan kerja baru dan meningkatkan pasar ekspor Indonesia, dengan 65 persen dari hasil produksi pabrik tersebut ditujukan untuk pasar internasional.
