ASIAWORLDVIEW – Nilai perdagangan cryptocurrency di Indonesia melonjak dengan 335,9 persen pada 2024 atau mencapai Rp 650,61 triliun. Pencapaian ini sangat menakjubkan.
Pada November 2024, negara itu memiliki sekitar 22,1 juta pengguna cryptocurrency terdaftar, menurut Tirta Karma Senjaya, kepala Badan Pengatur Perdagangan Futures Komoditas (Bappebti).
“Angka-angka ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik dalam perdagangan aset crypto di Indonesia,” kata Tirta selama konferensi pers.
Peningkatan tajam dalam nilai perdagangan, naik dari Rp 149,25 triliun pada tahun 2023, mencerminkan peningkatan jumlah pengguna cryptocurrency dan peningkatan volume transaksi. Tirta menyatakan optimisme tentang pertumbuhan di masa depan, memprediksi bahwa jumlah pelanggan akan segera mencapai 25 juta.
Baca Juga: Bitwyre, Pelopor Ekosistem Kripto Indonesia Baru Raih PFAK
Cryptocurrency yang paling aktif diperdagangkan di Indonesia termasuk Tether (USDT), Bitcoin (BTC), Dogecoin (DOGE), PEPE (PEPE), dan XRP (XRP).
Bappebti, yang beroperasi di bawah Kementerian Perdagangan, akan mentransfer tanggung jawab pengawasannya untuk perdagangan cryptocurrency ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai tahun ini. Namun, agensi akan terus mengatur perdagangan berjangka komoditas.
Tirta juga melaporkan bahwa nilai perdagangan berjangka komoditas di Indonesia meningkat 29,34 persen pada tahun 2024, mencapai Rp 33.214 triliun. Kontrak berjangka multilateral utama melibatkan komoditas seperti timah, minyak kelapa sawit, emas, kopi, dan kakao.
