AJI Tegaskan AI Tak Bisa Gantikan Peran Jurnalis, Dewan Pers Keluarkan Pedoman

Ilustrasi penggunaan AI.(feepik)

ASIAWORLDVIEW – Dewan Pers mengeluarkan pedoman tentang penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pekerjaan jurnalistik, Jumat (24/1/2025). Pedoman ini bertujuan untuk memastikan penggunaan teknologi AI yang etis dan transparan sambil menjunjung tinggi integritas jurnalistik di tengah kemajuan teknologi yang pesat.

Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu menjelaskan, proses penyusunan pedoman tersebut dimulai pada April 2024.vDewan Pers membentuk satuan tugas yang terdiri dari anggota internal, perwakilan media, dan tim perumus untuk mengembangkan pedoman ini.

“Pedoman ini sudah dinantikan oleh seluruh insan pers. Kami berharap pedoman ini dapat membantu percepatan proses jurnalistik dan meningkatkan efisiensi kerja,” kata Rahayu.

Baca Juga: Riset: Perusahaan Kini Beralih ke Digital yang Didukung Teknologi AI

Dia mengatakan bahwa selama proses persiapan, umpan balik dikumpulkan dari organisasi media yang sudah menggunakan AI dalam pemberitaan mereka, serta dari para ahli di bidangnya. Selain itu, pedoman ini juga menjalani tahap pengujian publik yang mencakup masukan dari pemangku kepentingan, seperti Mahkamah Agung.

“Namun, sangat penting untuk mempertahankan kontrol yang ketat dan standar etika untuk memastikan AI tidak meremehkan nilai-nilai fundamental jurnalistik seperti akurasi, keadilan, dan independensi,” kata Rahayu.

Pedoman tersebut terdiri dari delapan bab dan sepuluh pasal yang mencakup berbagai aspek, antara lain ketentuan umum, prinsip dasar, teknologi, publikasi, komersialisasi, perlindungan, penyelesaian sengketa, dan kesimpulan. Salah satu pasal dalam pedoman tersebut menetapkan bahwa penggunaan AI dalam menciptakan karya jurnalistik harus diawasi oleh manusia.

Sebelumnya, Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI) menegaskan AI tidak bisa menggantikan pekerjaan jurnalistik, melainkan hanya sebagai alat pendukung.

“Teknologi AI dimaksudkan untuk membantu pekerjaan kami. Itu tidak menjadi landasan jurnalisme,” kata Ketua AJI Indonesia Nany Afrida.