Riset: Perusahaan Kini Beralih ke Digital yang Didukung Teknologi AI

Ilustrasi penggunaan teknoologi kecerdasan buatan.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Artificial intelligence (AI) terus membentuk masa depan APAC. Pemerintah dan dunia usaha sama-sama memanfaatkan teknologi mutakhir untuk memecahkan tantangan-tantangan penting. Urbanisasi yang pesat dan pertumbuhan ekonomi digital di kawasan ini menjadikannya lingkungan yang ideal untuk menerapkan solusi AI yang inovatif, terutama di bidang-bidang seperti efisiensi energi, manajemen cloud hybrid, dan otomatisasi cerdas.

Di Asia Tenggara saja, pasar pusat data diproyeksikan tumbuh lebih dari 5% per tahun hingga tahun 2029, mencapai USD14,41 miliar—perubahan ini akan berdampak besar pada keberlanjutan dan penghematan biaya. Negara-negara tersebut berada di jantung transformasi digital, namun kebutuhan energi mereka meroket. Untuk mengatasi hal ini.

Saat ini, perusahaan beralih ke digital didukung AI—model infrastruktur fisik virtual—untuk mengoptimalkan penggunaan energi dan mensimulasikan peningkatan efisiensi sebelum penerapan. Pendekatan ini tidak hanya bersifat teoretis; melengkapi pusat data yang ada dengan teknologi ini telah mengurangi konsumsi daya menjadi lebih hemat energi.

Baca Juga: Proyek AI Meta Dihentikan setelah Dua Robot Mengobrol dalam Bahasa Misterius

Usaha kecil dan menengah (UKM), yang merupakan tulang punggung perekonomian di kawasan ini, juga memperoleh manfaat dari solusi AI yang terukur. Mulai dari mengotomatiskan layanan pelanggan dengan model bahasa kecil (SLM) multibahasa hingga mengoptimalkan manajemen inventaris dengan analisis prediktif, UKM memanfaatkan AI untuk bersaing dalam skala besar.

Dalam manajemen energi, AI merevolusi teknologi jaringan pintar di seluruh wilayah. Dengan mengintegrasikan model pembelajaran mesin ke dalam operasi jaringan listrik.

Arsitektur hybrid cloud juga mengalami adopsi yang cepat seiring dengan upaya perusahaan untuk menyeimbangkan fleksibilitas cloud publik dengan keamanan infrastruktur lokal. Menggabungkan alat manajemen berbasis AI dengan Kubernetes untuk orkestrasi container, perusahaan-perusahaan di kawasan ini dapat menerapkan aplikasi secara dinamis sambil menjaga kedaulatan data—sebuah kebutuhan penting mengingat lanskap kepatuhan yang terus berkembang di negara-negara di APAC.