ASIAWORLDVIEW – Teknologi digital memungkinkan perusahaan untuk mengotomatisasi banyak proses, yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga manusia. Dengan membangun sistem digital yang efisien, perusahaan dapat menghemat waktu, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan. Mendukung kemandirian digital perusahaan sangat penting di tengah era digital saat ini.
Hal itu yang dilakukan PT DesktopIP Teknologi Indonesia, perusahaan teknologi digital terdepan Indonesia. Berkat usahanya, berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai First Runner-Up dalam kategori ICT Services di ajang Asia Pacific ICT Alliance (APICTA) Awards 2024 yang diselenggarakan di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Pencapaian ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi yang mendukung ekosistem digital yang berdaulat di tengah kompetisi global.
Chief Executive Officer (CEO) DesktopIP, Phidi Soepangkat, memaparkan alasan utama dibalik terpilihnya produk unggulannya, IfVirty, pada kompetisi tersebut. Dengan membawa konsep Sovereign Cloud, Ia menjelaskan bahwa konsep ini dalam konteks privasi data sering kali hanya dipahami sebatas lokasi penyimpanan data dalam yurisdiksi suatu negara.
“True Sovereign Cloud yang diusung DesktopIP melampaui hal tersebut, dimana juga harus mencakup beberapa indikator penting, seperti kontrol penuh atas teknologi, biaya, dan pengelolaan pada keamanan data itu sendiri,” sebut hidi Soepangkat, dikutip Asiaworldview.com, Sabtu (14/12/2024).
Baca Juga: Ancaman Cyber Meningkat, Perlindungan Data Pribadi Perlu Ditingkatkan
Kemandirian digital memberikan perusahaan akses langsung terhadap data dan informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan strategis. Dengan sistem dan platform digital yang dimiliki secara internal, perusahaan dapat lebih cepat berinovasi, menyesuaikan strategi, dan merespons kebutuhan pasar.
“Konsep Sovereign Cloud yang kami bawa adalah upaya untuk membebaskan negara dari dominasi regulasi data yang sering kali berat sebelah. Kami ingin menunjukkan bahwa kedaulatan digital bukan hanya tentang lokasi dimana data disimpan, tetapi juga tentang kemampuan sebuah negara untuk memiliki kontrol penuh atas teknologi yang dibangun dan dikembangkan serta pengelolaan biaya secara independen,” ungkap Phidi.
