ASIAWORLDVIEW – Judi online di Indonesia hanya memiliki sedikit atau bahkan tidak ada dampak langsung pada iklim investasi Indonesia. Hal itu diungkapkan . Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria.
“Saya ragu judi online memiliki dampak langsung pada [investasi asing]. Itu adalah dua hal yang berbeda. Perjudian online adalah masalah patologi sosial, tetapi yang penting adalah bagi kita untuk mengatasi perjudian online,” kata Nezar kepada wartawan di sela-sela forum investasi AS pada hari Selasa (26/11/2024).
Pemerintahan Prabowo Subianto yang baru saja terbentuk berniat untuk mencatat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 8% dalam tiga tahun ke depan. Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah ingin agar para investor asing mendirikan perusahaan-perusahaan di Indonesia, terutama yang berasal dari sektor teknologi.
Baca Juga: PPN Naik Jadi 12%, Generasi Muda Masih Bisa Beli Rumah?
Namun, di tengah target PDB yang ambisius, Indonesia – yang merupakan rumah bagi lebih dari 221 juta pengguna internet – melihat banyak warga yang kecanduan judi online. Beberapa karyawan telah mencuri uang perusahaan mereka untuk memasang taruhan online. Beberapa pejabat pemerintah Indonesia bahkan tertangkap basah memfasilitasi situs judi online.
“Meningkatnya kasus perjudian online tidak akan membuat Indonesia menjadi kurang menarik bagi investor asing,” ia menambahkan.
