ASIAWORLDVIEW – Kapitalisasi Bitcoin berada di angka USD1,8 triliun. Sementara, emas di angka USD17,6 triliun, proyeksi tersebut menargetkan angka setidaknya USD8,8 triliun atau hampir 5x lipat dari kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini.
“Tidak hanya VanEck, beberapa pelaku industri lainnya juga turut memaparkan pandangan optimisnya terkait potensi kenaikan harga Bitcoin, ” kata Analyst Reku, Fahmi Almuttaqin mengatakan dikutip Asiaworldview.com, Kamis (21/11/2024)..
Institusi seperti Nomura dalam laporannya bahkan memprediksi The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan Desember nanti.
Terlepas dari itu, Fahmi melanjutkan, optimisme yang berkembang dalam beberapa hari terakhir ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang besar bagi Bitcoin.
Baca Juga: Tokocrypto Puji Tugas BAPPEBTI yang Awasi Ketat Industri Crypto di Indonesia
Bitcoin kemungkinan masih akan mencetak beberapa level harga tertinggi baru lagi dari titik ini mengingat area konsolidasi yang berada pada level lebih tinggi dari sebelumnya. Namun, kekuatan reli Bitcoin akan bergantung pada di mana level harga yang akan membuat long term holder kemudian mulai memutuskan untuk menjual, dan short term holder mulai akan berpikir dua kali untuk mengakuisisi Bitcoin.
“Bitcoin dapat dikatakan sedang berada dalam fase price discovery pasca terciptanya level harga tertinggi baru.Saat ini keduanya belum terlihat mengalami perubahan signifikan, meskipun sebagian long term holder sudah terlihat mulai melakukan aksi profit taking,” pungkasnya.
