ASIAWORLDVIEW – Pasar kopi China telah berkembang pesat, terutama di kota-kota besar seperti Shanghai, Beijing, dan Guangzhou, seiring dengan semakin banyaknya generasi muda yang merangkul budaya minum kopi. Meskipun secara tradisional merupakan negara peminum teh, konsumsi kopi di negara tirai bambu tersebut terus meningkat, dengan pergeseran yang signifikan ke arah kopi spesialti dan kopi premium, terutama di kalangan milenial dan Gen Z.
Pada tahun 2024, ekspor kopi Indonesia ke China diperkirakan akan terus tumbuh. Hal ini didorong oleh meningkatnya permintaan akan kopi spesialti dan kopi premium. Salah satunya, yang dilakukan BepahKupi.
Baca Juga: Tomoro Coffee Ingin Amankan Pasar Kopi di Wilayah Terpencil Indonesia
BepahKupi berhasil mengekspor 19,200 ton ke China, dengan nilai sekitar Rp2,3 Miliar. Apalagi dengan dukungan dari Presiden Prabowo Subianto yang memberikan “jalan” bagi pengusaha untuk mengembangkan sayapnya.
Maulana Wiga, Duta Petani Milenial Indonesia sekaligus CEO BepahKupi mengatakan kepada Asiaworldview, Rabu (3/11/202), “Pemerintah berupaya untuk membuat industry kopi dan sektor pertanian sebagai sektor usaha yang menguntungkan, juga mendapatkan dukungan penuh dari Presiden Prabowo.”
Kopi Indonesia memiliki cita rasa yang berbeda dan penekanan yang lebih besar pada keberlanjutan, berada di posisi yang tepat untuk memanfaatkan pasar yang sedang berkembang ini. Dengan dukungan hubungan perdagangan yang kuat, ekspansi, dan inisiatif pemerintah, industri kopi Indonesia akan menjadi pemain yang lebih penting di pasar China.
“Ini adalah Amanah Yang diberikan untuk bisa berkontribusi Sepenuhnya untuk memajukan Pertanian indonesia yang Go-Digital dan Juga Go-Global. Saya yakin usaha kopi dan perkebunan Indonesia terus bertumbuh,” ia menambahkan.
