Mengulik Indeks Ketakutan Kripto, Apa Kaitannya dengan Pasar?

Kripto.(feepik)

ASIAWORLDVIEW – Indeks Ketakutan dan Keserakahan kripto melacak sentimen pasar bitcoin melalui analisis data volatilitas, volume perdagangan, aktivitas media sosial, dan metrik lainnya. Dibuat oleh Alternative.me pada tahun 2018, alat ini mengubah emosi pasar yang kompleks menjadi skala 0-100 yang sederhana, di mana 0 mewakili ketakutan yang ekstrem dan 100 menandakan keserakahan maksimum.

Analisis berikut ini membahas cara kerja indeks, komponen-komponen utama, dan metode penghitungannya. Pelaku pasar menggunakan alat ini bersama indikator lain untuk mengukur psikologi pasar. Memahami sentimen menambah konteks pada penelitian mata uang kripto, meskipun tidak boleh dijadikan satu-satunya faktor pengambilan keputusan.

Baca Juga: Masa Depan Industri Kripto Indonesia di Era Prabowo-Gibran

Indeks Ketakutan Kripto mengukur sentimen pasar dengan menganalisis berbagai sumber data untuk mengukur emosi yang mendorong keputusan investor mata uang kripto. Dibuat oleh Alternative.me pada tahun 2018, indeks ini terinspirasi dari Indeks Ketakutan & Keserakahan CNN Money untuk pasar tradisional. Indeks ini menghasilkan skor dari 0 hingga 100, di mana nilai rendah menunjukkan ketakutan pasar yang meluas dan nilai tinggi menunjukkan keserakahan yang ada.

Indeks ini muncul sebagai respons terhadap volatilitas harga bitcoin setelah kenaikan harga di tahun 2017. Dengan melacak berbagai metrik seperti volatilitas, momentum pasar, tren media sosial, dan volume perdagangan, indeks ini membantu investor mengidentifikasi potensi puncak dan dasar pasar.

Alat ini mengukur dua emosi utama – ketakutan dan keserakahan – yang membentuk psikologi investor dan siklus pasar. Ketakutan dapat memicu aksi jual panik saat pasar melemah, sementara keserakahan memicu rasa takut kehilangan kesempatan untuk membeli saat pasar menguat.