ASIAWORLDVIEW – Tether atau USDT yang saat ini menjadi stablecoin dominan di pasar kripto. Jika menghadapi Black Swan, bisa kehilangan kepercayaan publik.
Fluktuasi harga yang ekstrem dapat membuat investor merasa tidak aman, terutama mereka yang baru terjun ke dunia kripto. Situasi ini dapat memicu kepanikan investor yang dapat mengakibatkan penarikan besar-besaran dari pasar. Bahkan, volatilitas ekstrem pada aset kripto lainnya seperti Bitcoin dan Ethereum.
Penurunan likuiditas yang bisa menyebabkan migrasi ke stablecoin lain atau bahkan ke aset tradisional. Dalam situasi ekonomi yang sulit, orang mungkin lebih memilih aset yang lebih stabil dan terjamin.
Baca Juga: Masa Depan Industri Kripto Indonesia di Era Prabowo-Gibran
Investor harus mempertimbangkan strategi diversifikasi dan pendekatan manajemen risiko, terutama dengan menggunakan strategi barbell yang direkomendasikan oleh Taleb. Taleb adalah strategi menempatkan aset di kedua sisi spektrum risiko.
Sebagian besar pada investasi yang sangat aman, tapi bagian kecil pada aset berisiko tinggi. Hal itu sesuai dalam pasar kripto yang fluktuatif. Jadi,investor harus selalu siap menghadapi ketidakpastian.
