ASIAWORLDVIEW – Pemilik kendaraan yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau melihat ancaman partikel halus abrasif yang beterbangan. Tidak hanya mengganggu aktivitas penerbangan tetapi juga mengintai kesehatan mesin mobil yang terparkir di area terbuka.
Mengutip dari berbagai sumber, Senin (7/9/2026), berikut panduan darurat yang harus diikuti dengan disiplin oleh pemilik kendaraan, dimulai dari langkah paling kritis: jangan pernah menyalakan mesin dalam keadaan apa pun. Hal itu karena menyalakan kendaraan yang terpapar abu vulkanik akan membuat partikel-partikel tajam itu terhisap masuk ke ruang bakar melalui saluran intake. Kemudian dapat menggerus dinding silinder, merusak piston, dan menyebabkan keausan parah pada komponen internal mesin yang biaya perbaikannya sangat mahal.
Setelah berhasil menahan diri untuk tidak menyalakan mesin, langkah berikutnya adalah membuka kap mesin secara perlahan dan penuh kehati-hatian—dengan gerakan lambat untuk mencegah abu yang menempel di permukaan kap jatuh berguguran ke dalam ruang mesin. Pastikan kondisi sekitar aman, tidak ada angin kencang yang dapat menerbangkan abu ke area yang sudah dibersihkan. Selain itu, lakukan pembukaan kap tanpa guncangan berlebihan yang justru dapat membuat partikel berhamburan masuk ke celah-celah sempit komponen elektronik.
Baca Juga: Jangan Bersihkan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau dalam Kondisi Kering, Mengapa?
Setelah kap mesin terbuka dengan selamat, pemilik kendaraan wajib memeriksa komponen-komponen vital yang paling rentan terhadap gangguan abu vulkanik, yaitu filter udara yang berfungsi menyaring partikel sebelum masuk ke mesin, saluran masuk udara yang menjadi jalur utama aliran oksigen untuk pembakaran, radiator yang menjaga suhu mesin tetap stabil, kondensor AC yang mempengaruhi kenyamanan kabin, serta konektor-konektor kelistrikan yang jika terkontaminasi abu dapat menyebabkan korsleting atau gangguan sinyal pada modul elektronik kendaraan modern.
Apabila komponen-komponen tersebut terlihat tertutup abu dalam jumlah signifikan, maka proses pembersihan harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Hal itu karena kesalahan dalam tahap ini justru dapat memperparah kerusakan: jangan pernah menyiram ruang mesin dengan air secara langsung karena kendaraan masa kini dipenuhi oleh sensor-sensor sensitif dan modul elektronik yang dapat mengalami korsleting fatal jika terkena air yang bercampur abu menjadi pasta korosif.
Hal yang perlu diperhatikan laiannya, hindari juga meniup abu dengan tekanan tinggi menggunakan kompresor atau blower, karena partikel halus justru akan terdorong semakin jauh masuk ke celah komponen yang tidak terjangkau. Gunakan kuas berbulu halus atau lap mikrofiber lembut untuk membersihkan permukaan secara perlahan tanpa menggores.
Jangan lupa, lakukan pembersihan dengan gerakan menyapu ringan dari atas ke bawah agar abu tidak berpindah ke area yang sudah bersih.
Terakhir, bagi kendaraan yang mengalami paparan abu dalam ketebalan yang parah dan meluas. Langkah paling bijaksana adalah segera membawa mobil ke bengkel terpercaya untuk ditangani oleh tenaga profesional yang memiliki peralatan khusus dan pengalaman dalam membersihkan komponen mesin dari kontaminasi abu vulkanik.
