Roblox Diminta Terapkan Aturan Perlindungan Anak di Indonesia

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid

ASIAWORLDVIEW – Kementerian Komunikasi dan Digital kembali menyoroti tata kelola platform global yang menyasar anak-anak. Salah satunya, Roblox

Dalam pertemuan di Silicon Valley, Amerika Serikat, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid membahas langsung dengan Co-Founder dan CEO Roblox Corporation David Baszucki. Agenda utamanya bukan soal ekspansi bisnis, melainkan kepatuhan Roblox terhadap aturan perlindungan anak di Indonesia, khususnya Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak atau PP TUNAS.

“Roblox sudah menjadi bagian dari keseharian anak Indonesia. Karena itu, pemerintah berharap platform tidak hanya populer, tetapi juga bertanggung jawab,” ia mengatakan.

Ia menyambut beberapa langkah Roblox dalam memperkuat keamanan pengguna muda, seperti teknologi estimasi usia berbasis wajah, pembatasan fitur komunikasi, serta peluncuran Roblox Kids dan Roblox Select. Namun, apresiasi itu tidak menghapus catatan penting: Roblox diminta menerapkan verifikasi usia yang lebih ketat untuk pengguna di bawah 16 tahun.

Baca Juga: Roblox RDC 2026: Ketika Platform Game Berevolusi Menjadi Ekosistem Kreasi AI

Poin berikutnya adalah prinsip safety-by-design. Dalam kerangka ini, keamanan harus menjadi bagian dari desain fitur platform sejak awal, bukan tambahan yang muncul setelah ada pelanggaran atau risiko.

“Roblox diharapkan memperkuat perlindungan agar anak tidak mudah berinteraksi dengan orang asing, termasuk memastikan percakapan tidak bisa dipindahkan ke luar sistem komunikasi bawaan platform. Ini relevan karena modus grooming dan kontak berisiko sering terjadi ketika percakapan berpindah ke kanal lain,” ia menambahkan.

Dari sisi kepatuhan, Kementerian Komunikasi dan Digital meminta Roblox memberikan laporan rutin dan transparan terkait penerapan PP TUNAS. Pemerintah juga mendorong Roblox membuka kantor atau menempatkan perwakilan senior di Jakarta. Menurut Meutya, platform global boleh beroperasi di mana pun, tetapi ketika hadir dan melayani publik Indonesia, mereka harus mengikuti standar dan regulasi Indonesia.

“Aturan Indonesia berlaku untuk semua platform yang beroperasi di negara ini, tanpa pengecualian,” tegasnya.

Respons dari pihak Roblox relatif positif. Baszucki menyambut permintaan tersebut dan menegaskan bahwa perusahaannya menyadari tanggung jawab melindungi pengguna muda. Ia menyatakan Roblox siap mematuhi regulasi Indonesia dan melihat peluang untuk menerapkan langkah-langkah keamanan yang diminta secara global. Dalam konteks industri digital, pertemuan ini menegaskan tren yang makin kuat: platform global tidak lagi bisa hanya berpegang pada kebijakan internal, terutama untuk layanan yang menyasar anak. Regulasi lokal, khususnya soal perlindungan anak, menjadi syarat operasional yang semakin sulit diabaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *