ASIAWORLDVIEW – Xiaomi kembali memperluas jajaran ponsel kelas terjangkaunya dengan peluncuran Redmi 17 5G di pasar China. Berbeda dengan kebanyakan peluncuran flagship yang digelar meriah, Redmi 17 5G hadir secara senyap—tanpa konferensi pers besar—namun membawa sejumlah peningkatan yang cukup signifikan di segmen entry-level 5G. Perangkat ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna yang menginginkan daya tahan baterai luar biasa, layar besar dengan refresh rate tinggi, serta konektivitas modern dengan banderol harga yang tetap bersahabat.
Redmi 17 5G mengusung panel LCD 6,9 inci beresolusi HD+ (1600 x 720 piksel) dengan notch tetes air di bagian atas layar—desain yang sudah menjadi ciri khas ponsel kelas pemula.Keunggulan utama panel ini ada pada refresh rate 120Hz, yang memastikan scrolling dan animasi terasa lebih halus dibandingkan layar 60Hz pada umumnya.
Touch sampling rate-nya mencapai 240Hz, sehingga respons sentuhan terasa lebih cepat dan presisi, terutama saat bermain game Layar ini juga mendukung peredupan DC (DC dimming) untuk mengurangi kedipan layar, serta kecerahan puncak global hingga 800 nits yang memadai untuk penggunaan di luar ruangan. Tak ketinggalan, panel ini telah mengantongi sertifikasi perlindungan mata rangkap tiga dari TÜV Rheinland, serta mendukung teknologi Wet Touch 2.0 yang meningkatkan responsivitas sentuhan saat jari basah atau layar terkena air.
Baca Juga: Redmi Note 17 Series Segera Meluncur di Indonesia: Sertifikasi Postel Jadi Bukti
Di balik layar, Redmi 17 5G ditenagai oleh chipset Unisoc T8300 octa-core berbasis fabrikasi 6nm dengan kecepatan puncak 2,2 GHz. Meskipun bukan chipset flagship, Unisoc T8300 dirancang untuk menyeimbangkan performa dan efisiensi daya di segmen entry-level, dengan dukungan penuh terhadap konektivitas 5G.
Perangkat ini tersedia dalam dua varian RAM dan penyimpanan: 4GB/128GB dan 6GB/128GB, dengan RAM bertipe LPDDR4X dan penyimpanan UFS 2.2.Bagi pengguna yang membutuhkan ruang penyimpanan tambahan, Redmi 17 5G masih menyediakan slot microSD khusus—bukan slot hybrid—sehingga pengguna tidak perlu mengorbankan salah satu kartu SIM untuk menambah penyimpanan. Perangkat ini berjalan dengan Xiaomi HyperOS 3 langsung dari kotak, sistem operasi terbaru Xiaomi yang menggantikan MIUI.
Salah satu nilai jual utama Redmi 17 5G adalah baterainya yang berkapasitas 6.300mAh—sebuah angka yang sangat jarang ditemukan di ponsel kelas pemula. Xiaomi mengklaim baterai ini dirancang untuk mempertahankan kesehatannya hingga empat tahun, menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan ketahanan jangka panjang. Untuk pengisian daya, perangkat ini mendukung pengisian kabel 15W serta pengisian reverse kabel 7,5W—fitur yang memungkinkan pengguna mengisi daya perangkat lain seperti earphone atau smartwatch. Dukungan terhadap protokol PD (Power Delivery) dan QC (Quick Charge) juga tersedia.
Di sektor fotografi, Redmi 17 5G dibekali kamera belakang 13 megapiksel dan kamera depan 8 megapiksel untuk selfie dan panggilan video. Meskipun spesifikasinya terbilang standar untuk kelasnya, kombinasi ini cukup memadai untuk kebutuhan dokumentasi harian dan panggilan video.
Dari sisi konektivitas, perangkat ini mendukung 5G, Wi-Fi 5, Bluetooth 5.4, serta port USB Type-C. Hal yang menarik, Redmi 17 5G masih mempertahankan jack audio 3.5mm—sebuah fitur yang semakin langka di ponsel modern, namun tetap menjadi favorit bagi pengguna yang masih setia menggunakan earphone kabel. Sensor sidik jari dipasang di sisi samping (side-mounted fingerprint scanner) untuk membuka kunci perangkat dengan cepat. Perangkat ini memiliki dimensi 171,56 x 79,47 x 8,15 mm dan bobot 210 gram.
Redmi 17 5G hadir sebagai pilihan menarik bagi pengguna yang mencari ponsel 5G dengan baterai tahan lama, layar besar 120Hz, dan fitur-fitur modern seperti HyperOS 3 serta jack audio 3.5mm yang masih dipertahankan. Meskipun chipset Unisoc T8300 dan kamera 13MP bukanlah spesifikasi yang mengesankan di atas kertas, kombinasi baterai 6.300mAh, layar 6,9 inci, dan dukungan 5G menjadikannya pesaing kuat di segmen entry-level. Saat ini, perangkat baru dipasarkan di China dan belum ada informasi resmi mengenai ketersediaannya di pasar global, termasuk Indonesia.
