Pusat Digital Asia Tenggara, Equinix Perkuat Ekosistem Cloud di Jakarta

Kawasan Blok M, Jakarta.(Antara)

ASIAWORLDVIEW – Kehadiran raksasa layanan cloud seperti Google Cloud, AWS, Microsoft Azure, dan Alibaba Cloud di Indonesia mempertegas posisi negara ini sebagai pusat digital Asia Tenggara. Equinix, melalui platformnya yang menghubungkan lebih dari 3.000 cloud dan penyedia layanan TI, 2.000+ jaringan, serta 10.500+ pelanggan secara global, berperan sebagai penyedia netral yang memungkinkan perusahaan mengontrol infrastruktur mereka tanpa ketergantungan pada vendor tertentu.

Equinix, secara resmi mengumumkan perluasan konektivitas Microsoft Azure di pusat data International Business Exchange yang terletak di Jakarta, Indonesia, dan Kuala Lumpur, Malaysia. Langkah strategis ini memungkinkan organisasi di kedua negara untuk terhubung secara privat dan aman ke Microsoft Azure, sekaligus membangun infrastruktur hybrid multicloud yang skalabel, berlatensi rendah, dan tangguh untuk mendukung beban kerja kecerdasan buatan (AI) serta operasional bisnis yang krusial.

Managing Director Equinix Indonesia, Haris Izmee, mengungkapkan, “dalam waktu kurang dari satu tahun sejak peluncuran JK1, lebih dari 70 pelanggan telah bergabung. Equinix kini memasuki fase kedua pengembangan JK1 dengan menambahkan 1.100 kabinet penyimpanan data, serta dukungan liquid cooling direct-to-chip untuk komputasi AI berkinerja tinggi.”

Konektivitas Microsoft Azure melalui Platform Equinix kini tersedia di lebih dari 20 negara, membantu organisasi mempercepat strategi hybrid multicloud dan ekspansi digital di kawasan Asia Pasifik. Perluasan ini datang di tengah meningkatnya permintaan akan infrastruktur digital yang tangguh di Indonesia.

Baca Juga: Rudal Menyasar Cloud, Amazon Jadi Sasaran dalam Perang Iran-AS

Melalui pusat data IBX Jakarta (JK1) yang terletak di kawasan bisnis Kuningan, Equinix menghadirkan konektivitas privat ke Microsoft Azure melalui layanan Azure ExpressRoute. JK1, yang diresmikan pada Mei 2025, merupakan pusat data pertama Equinix di Indonesia dengan investasi mencapai USD74 juta. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat data AI-ready dengan kepadatan daya tinggi, mendukung beban kerja komputasi intensif seperti AI dan high-performance computing (HPC).

Perluasan ini semakin memperkuat ekosistem cloud di JK1, yang sebelumnya telah mencakup Amazon Web Services (AWS), Google Cloud, dan Alibaba Cloud. Dengan demikian, organisasi di Indonesia kini memiliki akses ke hampir seluruh penyedia cloud utama melalui satu titik interkoneksi yang aman dan berlatensi rendah.

Konektivitas yang dihadirkan Equinix memanfaatkan Azure ExpressRoute, yang memungkinkan organisasi membuat koneksi privat antara infrastruktur mereka di pusat data Equinix dan aset Microsoft Azure. Koneksi ini tidak melalui internet publik, sehingga memastikan keandalan, bandwidth tinggi, latensi konsisten, dan keamanan data yang unggul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *