ASIAWORLDVIEW – Non-Fungible Token atau NFT pernah menjadi simbol status digital yang menjanjikan kekayaan dan eksklusivitas. Namun kini berubah menjadi kisah kerugian besar yang dialami investor maupun selebriti. Pada puncak hype tahun 2021–2022, token seperti Bored Ape Yacht Club dan tanah virtual di metaverse diperebutkan dengan harga jutaan dolar.
Para pembeli berharap aset digital ini akan mendatangkan kekayaan, status, dan akses ke komunitas eksklusif. NFT adalah catatan kepemilikan digital yang terhubung dengan suatu barang. Barang-barang tersebut meliputi karya seni, klip video, dan potongan sejarah internet.
Daya tariknya sangat bergantung pada kelangkaan, perhatian selebriti, dan ekspektasi kenaikan harga. Namun, terjadi penurunan tajam pada harga NFT setelah antusiasme tersebut mereda. Beberapa aset terkemuka dilaporkan telah kehilangan antara 95% hingga 99% nilainya. Pembeli pun harus menanggung kerugian besar dan kesulitan menemukan pihak yang bersedia membeli.
Tiga faktor turut mendorong kenaikan harga.
Baca Juga: Justin Bieber Rugi 99% dari Bored Ape NFT #3001
Klub eksklusif membuat kepemilikan terasa seperti simbol status sosial. Banyak pembeli berharap orang lain akan membayar lebih mahal di kemudian hari. Pembelian oleh selebriti mendorong orang lain untuk ikut serta, karena takut ketinggalan peluang besar berikutnya.
Justin Bieber, misalnya, membeli Bored Ape seharga USD1,3 juta, sementara Jack Dorsey menjual tweet pertamanya dalam bentuk NFT dengan harga fantastis D2,9 juta. Namun, seiring meredupnya antusiasme, nilai aset tersebut anjlok hingga 95–99%, meninggalkan pemiliknya dengan kerugian yang hampir total.
Fenomena ini menunjukkan rapuhnya pasar yang hanya bertumpu pada kelangkaan, keterlibatan selebriti, dan ekspektasi kenaikan harga. Ketika minat publik memudar, NFT kehilangan daya tariknya sebagai simbol status maupun instrumen investasi. Kasus-kasus seperti penurunan nilai tanah virtual di The Sandbox dan Decentraland, serta koleksi selebriti yang kini bernilai jauh di bawah harga beli, menegaskan bahwa euforia semata tidak cukup untuk menopang harga aset digital. NFT pun beralih dari tren glamor menjadi peringatan pahit tentang risiko spekulasi di dunia kripto.
Pada 2026, nilai perkiraannya telah turun menjadi sekitar USD12.000-USD16.000. Itu berarti kerugian sekitar 99% dibandingkan dengan harga pembelian awal. Namun, perkiraan harga tidak menjamin adanya pembeli. Penjualan menjadi sangat sulit ketika minat menurun, dan hanya sedikit orang yang masih bersedia mengeluarkan uang.
