ASIAWORLDVIEW – Spekulasi mengenai kehadiran perangkat lipat pertama dari raksasa teknologi asal Cupertino, Apple, kini memasuki babak paling panas. Beredar kabar bahwa gawai yang dinanti-nantikan tersebut sudah berada di ambang pintu perilisan, dan yang menjadi buah bibir hangat di kalangan analis serta penggemar teknologi bukan lagi sekadar soal kapan tanggal peluncurannya atau berapa harga yang harus ditebus—meski keduanya juga sama-sama mengundang tanda tanya besar.
Pertanyaan paling krusial yang kini menggema di jagat maya dan ruang redaksi media teknologi adalah: nama resmi apa yang akan disematkan Apple pada perangkat revolusioner ini? Mengingat sejarah panjang Apple dalam menamai produk-produk ikoniknya, keputusan ini bukanlah hal sepele. Ini menentukan posisi perangkat tersebut di pasar sekaligus membangun narasi identitasnya di mata konsumen global.
Selama beberapa bulan terakhir, setidaknya ada tiga kandidat nama utama yang santer diperbincangkan. Pertama adalah “iPhone Ultra”, yang sempat dianggap sebagai kandidat terkuat. Nama ini bukanlah isapan jempol belaka; Mark Gurman dari Bloomberg—yang terkenal dengan bocorannya yang akurat mengenai internal Apple—mengungkapkan bahwa banyak pihak di dalam kantor pusat Apple sendiri kerap menyebut perangkat prototipe ini dengan sebutan iPhone Ultra secara kasual.
Baca Juga: Caviar Rilis Kustom iPhone 17 Pro: Bodi Titanium dan Alat Pengukur Radiasi untuk Bertahan Hidup
Meski demikian, Gurman dengan cermat mengingatkan bahwa panggilan internal tersebut sama sekali tidak menjamin akan menjadi nama pemasaran final. Kedua, ada opsi paling generik namun ekspektatif, yaitu “iPhone Fold”, yang secara gamblang mendeskripsikan karakteristik fisik perangkat. Dan yang terbaru, mencuat nama segar dari MacRumors yang turut meramaikan bursa spekulasi: “iPhone Duo”.
Jika dicermati, usulan nama “Duo” memiliki logika tersendiri yang cukup menarik jika ditilik dari kaca mata sejarah produk Apple. Jauh sebelum iPhone lahir, Apple pernah memiliki lini laptop kompak bernama PowerBook Duo pada era 1990-an, yang dirancang untuk disambungkan ke docking station. Lebih kekinian, Apple juga merilis aksesori pengisian daya bernama MagSafe Duo yang mampu mengisi dua perangkat sekaligus.
“Duo” bisa menjadi sebuah kode nostalgia sekaligus deskripsi literal tentang dua layar yang menyatu dan terlipat seperti buku. Namun, nama ini bukannya tanpa beban. Di dunia teknologi, nama “Duo” sudah lebih dulu dipakai oleh Microsoft untuk lini ponsel dua layar mereka, Surface Duo, yang sayangnya tidak meraih kesuksesan komersial—sebuah asosiasi yang tentu ingin dihindari Apple. Tak hanya itu, Intel juga pernah menggunakan istilah “Core Duo” untuk prosesor lawasnya. Faktor baggage ini bisa menjadi pertimbangan serius bagi tim pemasaran Apple yang dikenal perfeksionis.
Di sisi lain, kandidat “Ultra” dan “Fold” juga memiliki tantangannya masing-masing, terutama dari segi orisinalitas di pasar yang sudah ramai. Samsung, sebagai pemimpin pasar ponsel lipat, sudah terlebih dahulu mematenkan dan mempopulerkan nama “Fold” melalui seri Galaxy Z Fold, sementara julukan “Ultra” sudah identik dengan lini flagship tertinggi Samsung di keluarga Galaxy S. Jika Apple memilih “iPhone Fold” atau “iPhone Ultra”, produknya berisiko dianggap sebagai pengekor ketimbang inovator. Namun, di sinilah letak keunggulan “Ultra”.
Istilah ini memiliki benang merah yang sangat erat dengan ekosistem premium Apple saat ini. Apple sudah mengadopsi akhiran “Ultra” untuk lini produk paling atas mereka, mulai dari Apple Watch Ultra yang tangguh, CarPlay Ultra yang canggih, hingga varian chip M-series paling beringas, M5 Ultra. Menggunakan “iPhone Ultra” akan secara otomatis menempatkan perangkat lipat ini sebagai mahkota baru di atas jajaran iPhone 18 Pro dan Pro Max, menciptakan jenjang hierarki yang jelas tanpa harus menciptakan diksi pemasaran yang benar-benar baru dan membingungkan konsumen.
Spekulasi ini semakin memuncak mengingat ajang besar Apple—fall event atau acara musim gugur—dijadwalkan berlangsung dalam hitungan hari, tepatnya pada 9 September mendatang, dengan tema yang menggoda, “Surprise and Shine” (Kejutan dan Gemilang). Secara luas, para analis dan pelacak bocoran meyakini bahwa ponsel lipat ini akan turut dipamerkan di panggung yang sama dengan keluarga iPhone 18 Pro dan Pro Max. Dari berbagai bocoran desain dan paten yang beredar, dipastikan bahwa perangkat ini mengusung form-factor bergaya buku (book-style foldable) yang membuka ke samping, bukan model clamshell ala flip phone yang lebih mungil seperti Samsung Galaxy Z Flip. Dengan mekanisme engsel canggih dan layar mulus yang konon bebas lipatan, Apple dikabarkan ingin menghadirkan pengalaman tablet-portabel yang seamless.
