ASIAWORLDVIEW – iQOO resmi memasuki pasar aksesori gaming mobile dengan meluncurkan iQOO G1, sebuah controller teleskopik yang dirancang untuk memberikan pengalaman bermain setara konsol langsung di smartphone atau tablet. Perangkat ini mengusung formasi teleskopik yang dapat diperpanjang hingga 211mm, memungkinkannya mengakomodasi berbagai ukuran smartphone hingga tablet kecil.
Controller ini dilengkapi dengan dua set grip magnetis yang dapat ditukar—varian ringkas untuk portabilitas dan varian lebih besar untuk kenyamanan bermain ala konsol. Dengan grip besar terpasang, bobotnya mencapai 176,5 gram, dilengkapi bantalan silikon untuk menjaga perangkat tetap stabil saat digunakan . Fleksibilitas ini menunjukkan bahwa iQOO tidak sekadar membuat controller biasa, tetapi berupaya menyesuaikan dengan preferensi ergonomis setiap pemain.
Spesifikasi internalnya tergolong agresif untuk kelas aksesori mobile. iQOO G1 menggunakan Hall Effect joysticks yang secara fisik tidak mengalami stick drift dan diklaim tahan hingga 5 juta siklus penggunaan. Ada pula linear triggers, tombol ABXY micro-switch, D-pad taktil, serta dua tombol bahu kustom (L4 dan R4) yang dapat diprogram untuk berbagai aksi dalam game.
Baca Juga: iQOO Neo 12 Diklaim Jadi Ponsel Pertama Jalankan Call of Duty Mobile 185FPS
Konektivitas dilakukan melalui USB-C langsung, sehingga tidak ada latensi nirkabel atau proses pairing Bluetooth. Karena tidak memiliki baterai sendiri, controller ini mengambil daya dari perangkat, tetapi mendukung 15W pass-through charging—artinya pengguna tetap bisa mengisi daya smartphone sambil bermain.
Namun, ada satu keterbatasan krusial yang perlu dicermati: fitur perangkat lunak iQOO G1 saat ini terkunci pada empat perangkat iQOO saja, yaitu iQOO 16, iQOO Neo 12, iQOO Pad Ultra, dan iQOO Pad Pro 8,8 inci yang menjalankan OriginOS 7 atau lebih baru. Kustomisasi tombol bahu, penyesuaian dead zone joystick, dan pengaturan rapid-fire semuanya memerlukan aplikasi iQOO Game Space dan Game Magic Box . Secara fisik, controller ini memang kompatibel dengan perangkat lain dalam rentang 211mm, tetapi tanpa dukungan perangkat lunak, fungsinya tidak akan maksimal.
Bagi gamer di Indonesia yang tertarik, penting untuk dicatat bahwa harga Rp1,36 juta tersebut merupakan estimasi konversi langsung dari harga China. Harga resmi di pasar global, termasuk Indonesia, belum diumumkan dan kemungkinan akan dipengaruhi oleh pajak impor, biaya distribusi, serta strategi penetapan harga lokal. Namun, jika iQOO membawa G1 ke Indonesia dengan harga yang kompetitif, controller ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi pemilik perangkat iQOO yang ingin meningkatkan pengalaman gaming mobile merek.
Perangkat ini dijadwalkan meluncur pada 4 November 2026 dengan harga 499 yuan di China. Jika dikonversikan ke rupiah menggunakan kurs tengah saat ini di mana 1 CNY setara dengan sekitar Rp2.720 , harga iQOO G1 berada di kisaran Rp1,36 juta. Angka ini menempatkannya sebagai aksesori premium yang menyasar gamer serius yang menginginkan kontrol presisi tanpa kompromi.
