ASIAWORLDVIEW – Pasar kripto mengalami koreksi luas pada perdagangan Jumat (24/7/2026), Ethereum (ETH) memimpin pelemahan di tengah konsolidasi setelah reli mingguan yang solid. Berdasarkan data CoinDesk, Ether melemah 2,5%, memimpin pelemahan yang menyebar namun relatif dangkal di seluruh mata uang kripto utama.
Tak hanya Ether, Dogecoin turun 4,5% dan Pelemahan ini nyaris tidak mengganggu kinerja mingguan yang masih solid. Bitcoin masih mencatat kenaikan 3% dalam sepekan, sementara Ether menguat 1,8% dalam periode yang sama.
Koreksi ini terjadi di tengah dua tekanan besar yang membayangi sentimen investor. Eskalasi konflik Timur Tengah yang memasuki hari ke-13 berturut-turut setelah serangan AS terhadap Iran terus berlanjut.
Baca Juga: AS Umumkan Trump Tariff Baru, Sentimen Bearish Guncang Pasar Kripto
Kelompok Houthi yang didukung Iran juga mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi, memicu kekhawatiran baru tentang pasokan minyak.Ketidakpastian geopolitik ini mendorong minyak mentah menembus USD90 per barel, sementara imbal hasil obligasi AS mencapai level tertinggi dalam 18 bulan, yang secara kolektif menekan aset berisiko termasuk kripto.
Gelombang aksi jual besar-besaran di saham teknologi AS yang dipicu oleh kekhawatiran belanja modal AI yang berlebihan. Tujuh saham megacap (Magnificent Seven) kehilangan sekitar USD797 miliar nilai pasar dalam satu hari, mencatat hari terburuk mereka sejak April 2025.
Kekhawatiran bahwa Big Tech menggelontorkan dana ke infrastruktur AI lebih cepat daripada keuntungan yang dapat dibenarkan telah menjadi tema yang menggerakkan pasar kripto sepanjang bulan ini.
