ASIAWORLDVIEW – Harga saham Robinhood (HOOD) telah menembus angka USD125 pada sesi perdagangan pra-pasar hari ini, dengan para analis tetap optimis terhadap potensi kenaikan lebih lanjut. Sebagai gambaran, perusahaan-perusahaan Wall Street seperti Goldman Sachs dan Jefferies baru-baru ini menaikkan target harga saham perusahaan pialang daring tersebut, yang menunjukkan momentum bisnis Robinhood yang kuat.
Selain itu, perusahaan ini juga telah menandatangani kesepakatan baru dengan Crypto.com dalam upaya memperluas pasar prediksinya. Dengan musim Sepak Bola AS yang menjadi sorotan, tampaknya saham crypto ini bersiap untuk pergerakan kenaikan lebih lanjut ke depan.
Harga saham Robinhood naik hampir 3,2% pada saat artikel ini ditulis dan diperdagangkan di level USD126 dalam sesi perdagangan pra-pasar hari ini. Saham tersebut ditutup di USD122,11 pada Jumat, 4 September, dengan penurunan sebesar 2,09%, yang terutama disebabkan oleh aksi jual di sektor saham kripto secara luas.
Sementara itu, lonjakan ini mengikuti pandangan optimis dari firma keuangan Wall Street, Goldman Sachs dan Jefferies. Sebagai konteks, Jefferies baru-baru ini menaikkan target harga saham HOOD dari USD127 menjadi USD140, sambil mempertahankan rating “beli” untuk saham tersebut.
Analis Jefferies, Daniel Fannon, memberikan revisi naik tersebut setelah pertemuan manajemen dengan CFO Robinhood, Shiv Verma. Yang patut diperhatikan, analis tersebut menyoroti metrik inti yang kokoh, termasuk simpanan bersih yang kuat, peningkatan adopsi langganan Gold, dan peluncuran produk baru sebagai katalis utama di balik pertumbuhan yang diantisipasi.
Secara bersamaan, Goldman Sachs juga telah menaikkan target harga saham Robinhood dari $124 menjadi $142. Selain itu, analis tersebut juga mempertahankan peringkat “beli” untuk saham HOOD, yang menunjukkan keyakinan jangka panjangnya terhadap aset tersebut.
Baca Juga: Robinhood Chain Laporkan Adanya Lonjakan Token $INDEX, Masa Depan RWA
Optimisme baru-baru ini seputar harga saham HOOD juga dapat dikaitkan dengan ekspansi agresif Robinhood ke sektor pasar prediksi. Sebagai konteks, perusahaan tersebut baru-baru ini menandatangani kesepakatan dengan Crypto.com untuk memperluas penawarannya ke pasar prediksi, seperti dilaporkan oleh Wall Street Journal.
Kemitraan ini akan memungkinkan perusahaan pialang online tersebut menampilkan kontrak peristiwa “ya atau tidak” dari bursa kripto tersebut secara langsung di aplikasi perdagangannya. Sementara itu, sebagai bagian dari perjanjian strategis yang luas, Robinhood mengakuisisi saham minoritas di Crypto.com dan unit pasar prediksinya, OG.com, yang baru-baru ini dipisahkan menjadi perusahaan independen.
Sejumlah pakar pasar memuji kesepakatan tersebut, sementara Robinhood Chain terus mendapatkan daya tarik dari para trader. Data DeFiLlama menunjukkan bahwa Robinhood Chain memiliki Total Value Locked (TVL) sekitar lebih dari $900 juta.
Selain itu, seiring dengan antusiasme musim Sepak Bola AS, banyak pakar meyakini bahwa Robinhood mungkin akan mengalami peningkatan aktivitas di pasar taruhan. Perlu dicatat bahwa baru-baru ini Morgan Stanley juga telah menaikkan target harga saham Robinhood menjadi USD150, yang telah menarik perhatian para trader.
Sementara itu, para trader yang ingin berpartisipasi dalam kontrak acara legal di Amerika Serikat dapat meninjau pasar prediksi terbaik yang teregulasi di AS untuk memastikan kepatuhan terhadap pedoman CFTC.
