Kehilangan Intraday, Coin Trump Memicu Anjlok 30%

Ilustrasi TRUMP coin.(Economic Times)

ASIAWORLDVIEW – Harga resmi Trump atau TRUMP berada di ambang penurunan di bawah USD10 setelah kehilangan intraday sebesar 3,6%, Kamis (12/6/2025). Penurunan ini bertepatan dengan lonjakan volume perdagangan sebesar 35%, kemungkinan besar akibat aktivitas penjualan yang tinggi.

Di tengah pandangan negatif hari ini, harga Trump Coin menghadapi anjlok 30%. Apalagi di tengah bertambahnya posisi pendek menjelang ulang tahun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 14 Juni.

Koin meme resmi Trump diperdagangkan pada USD10.51 pada saat berita ini ditulis. Dalam jangka waktu harian, harga ini berada di bawah garis tren support bawah dari saluran paralel yang meningkat, menunjukkan bahwa bulls kehilangan kendali.Garis tren bawah dari saluran ini sering dianggap sebagai support dinamis selama tren naik.

Baca Juga: Dompet Kripto TRUMP Batal Diluncurkan, Apa Alasannya?

Pelanggaran terbaru ini menandakan keruntuhan dalam struktur pasar bullish. Selain itu, volume penjualan yang kuat telah tercatat seiring melemahnya permintaan, membuat kemungkinan harga Trump Coin akan terus turun.

Jika zona support gagal bertahan, target penurunan yang diproyeksikan adalah USD7,48, yang akan mengkarakterisasi penurunan 30% dari harga Trump Coin saat ini. Selain itu, batang histogram AO berwarna merah dan mendatar mendekati garis nol, mengkonfirmasi risiko koreksi yang lebih dalam.

Koin meme Trump merebut kembali batas bawah saluran yang meningkat dan membentuk penutupan definitif di atasnya dengan volume beli yang meningkat. Dalam hal ini, harga TRUMP bisa melonjak dan kemungkinan mencapai USD16 menurut analisis sebelumnya.

Sementara, pasar global mengalami gejolak setelah kebijakan tarif baru yang diumumkan oleh Donald Trump, yang menyebabkan penurunan nilai beberapa aset, termasuk saham dan komoditas. Indeks Dow Jones jatuh hampir 1.679 poin, sementara Nasdaq yang didominasi saham teknologi anjlok 5,97% dalam satu hari.

Dampak dari kebijakan ini juga terlihat pada harga minyak dunia, yang mengalami penurunan tajam setelah China menaikkan tarif atas barang-barang AS sebagai respons terhadap kebijakan Trump. Investor kini semakin khawatir akan potensi resesi global akibat ketegangan perdagangan yang meningkat.