Kesehatan mental kini semakin diperhatikan. Data WHO menyebutkan 970 juta orang di dunia mengalami masalah mental dan jumlahnya terus bertambah.
Di Indonesia, angka depresi mencapai 6% dari populasi. Studi Asia Care Survey 2024 menunjukkan 56% masalah mental dipicu burnout dan stres, yang salah satunya disebabkan kondisi tidak nyaman. Banyak orang belum sadar bahwa kenyamanan sangat penting untuk kesejahteraan.
Makna Zona Nyaman Menurut Para Pakar

Ira Guci, Product Manager Salonpas Pain Relief Patch, menjelaskan zona nyaman sering disalahartikan sebagai batasan dalam mencapai potensi diri.
Ia menegaskan, “Kami percaya kenyamanan adalah fondasi penting untuk mencapai kesejahteraan fisik dan mental dan tetap dapat menjadi tempat untuk mengembangkan diri selama digunakan dengan cara yang tepat.”
Salonpas ingin mendukung masyarakat Indonesia menciptakan zona nyaman sendiri, bebas dari rasa nyeri, agar bisa mengejar passion dan menikmati hidup sepenuhnya.

Psikolog klinis Tara de Thouars menyoroti pentingnya keseimbangan antara menantang diri dan menjaga kenyamanan. Ia mengatakan, “Gagasan bahwa kenyamanan sama dengan kepuasan diri adalah sebuah mitos yang perlu kita luruskan. Kenyamanan bukanlah musuh pertumbuhan, justru bisa menjadi fondasinya.”
Ia juga menambahkan bahwa memaksakan diri keluar dari zona nyaman terus-menerus tanpa memperhatikan kebutuhan istirahat dapat berdampak negatif bagi kesehatan mental dan fisik. Risiko seperti burnout, kecemasan, gangguan tidur, dan penurunan sistem imun bisa terjadi.
Deera Dewi, instruktur yoga dan pendiri De’Atmara, berbagi bahwa dalam yoga dan reiki, kenyamanan adalah tentang mengenal diri sendiri.
“Dalam yoga dan Reiki, kenyamanan itu tentang mengenal diri sendiri. Yoga mengajarkan kita mendengarkan tubuh, tahu batasan kita. Reiki membantu kita terhubung dengan intuisi dan energi diri. Dengan lebih mengenal diri, kita bisa ciptakan zona nyaman yang tepat, yang dukung kita sembuh dan temukan potensi diri,” jelas Deera.
Rima Melati Adams, aktris dan profesional kebugaran, membagikan pengalamannya menavigasi berbagai peran dalam hidup. Ia berkata, “Buat saya, zona nyaman bukan berarti stagnan—tapi tentang pilihan sadar untuk hadir sepenuhnya dalam setiap peran: sebagai ibu, istri, instruktur, dan juga diri sendiri. Memasak, workout, membaca, semua itu bukan sekadar hobi, tapi cara saya untuk recharge, tetap waras, dan terus bertumbuh. Ketika semuanya bisa berjalan selaras dan saling menguatkan, di situlah saya merasa paling utuh.”
Patchtastic Day 2025 Merayakan Kenyamanan Lewat Workout dan Art

Salonpas menggelar Patchtastic Day 2025 sebagai wadah relaksasi dan selebrasi. Ira Guci menjelaskan, “Melalui pesan merayakan kenyamanan, kami mewujudkannya secara nyata melalui suatu wadah relaksasi yang nyaman dan hangat menyatukan workout dan art melalui Patchtastic Day, dalam sebuah rangkaian selebrasi untuk semua orang dimana mereka bisa relax dan berhenti sejenak dari rutinitas, merawat diri, bahkan mengembangkan skill baru.”
Setelah sukses tahun lalu dengan lebih dari 1300 peserta, Patchtastic Day 2025 hadir lebih meriah dengan lebih dari 50 instruktur dari berbagai kegiatan workout seperti yoga, pound fit, dan zumba.
Selain itu, ada banyak pilihan workshop kreatif yang sedang tren di masyarakat. Tahun ini, Patchtastic Day digelar di Makassar, Yogyakarta, Surabaya, dan Jakarta.
Rangkaian acara berlangsung dari Juli hingga November 2025. Untuk registrasi dan info lebih lanjut, kunjungi patchtasticday.co.id dan Instagram @salonpasmodernpatch.
