Harga Emas Global Menguat, Terdampak Sentimen Pasar

Emas batang.(Bloomberg)

ASIAWORLDIEW – Harga emas kembali terkoreksi pada Kamis (22/5/2025) karena investor mulai beralih ke aset berisiko. Sebelumnya, harga XAU/USD sempat menguat lebih dari 0,5% dan ditutup di atas USD3.317, meskipun sempat menyentuh level terendah harian di USD3.285.

Penguatan ini didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap rencana pemangkasan pajak oleh pemerintah AS yang berpotensi menambah utang negara hingga USD3,8 triliun, menurut laporan CBO. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memperparah sentimen pasar.

Harga emas turun ke sekitar USD3.187, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi harian di USD3.252. Penurunan ini terjadi karena investor mulai mengalihkan dana ke pasar saham, seiring pemulihan indeks utama AS dan lonjakan imbal hasil obligasi. Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke 4,58%, sementara yield riil mencapai 2,229%, yang turut menekan harga emas.

Baca Juga: Saham Antam Melonjak, Didorong Harga Emas Global

Tren jangka pendek emas masih cenderung naik. Berdasarkan pola candlestick dan indikator Moving Average, emas diperkirakan akan menguji level resistance di sekitar USD3.367. Namun, jika tekanan jual berlanjut, ada risiko penurunan ke level support di USD3.298.

Sementara itu, nilai tukar dolar AS merosot tajam setelah Moody’s menurunkan peringkat utang AS dari AAA menjadi AA1. Indeks Dolar (DXY) turun 0,52% ke 99,49, menandakan kerentanan dolar akibat tekanan fiskal jangka panjang. Pelemahan dolar ini menjadi salah satu faktor pendukung kenaikan emas dalam beberapa hari terakhir.

Dengan ketidakpastian ekonomi global, ketegangan geopolitik, dan penurunan kepercayaan terhadap keuangan AS, emas masih memiliki ruang untuk menguat. Namun, investor perlu tetap waspada terhadap tekanan dari rotasi aset dan kenaikan yield obligasi.