ASIAWORLDVIEW – Shopee Indonesia menggelar Festival Penulis Lokal sebagai bagian dari upaya mendukung literasi dan melindungi hak cipta penulis lokal. Acara ini berlangsung dari 15 hingga 31 Mei 2025, bertepatan dengan Hari Buku Nasional pada 17 Mei.
Festival ini merupakan hasil kerja sama antara Shopee, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat terhadap buku asli karya penulis lokal.
Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di acara konferensi pers ‘Festival Penulis Lokal, Kamis (15/5/2025), mendukung gelaran ini. Ia berharap kegiatan ini bisa terus berlangsung, membawa pengaruh postif untuk masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Shopee yang telah memberikan ruang dan perlindungan bagi penulis lokal melalui Festival Penulis Lokal. Sebagai salah satu platform dengan distribusi penjualan buku yang besar, Shopee membantu penulis untuk memproteksi copyright mereka,” ia mengatakan.
Baca Juga: Shopee Beri Strategi Sukses Jadi Affiliate bersama Pos Indonesia
Menurutnya, Festival Penulis Lokal bisa meningkatkan industri penerbitan di Indonesia. Buku dari penulis lokal telah berhasil masuk ke pasar Asia Tenggara, dan ekspansi ke Timur Tengah menjadi target strategis berikutnya
“Buku-buku bertema budaya, sejarah, dan sastra Indonesia semakin diminati di luar negeri. Apalagi, banyak diekspor di negara-negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Singapura. Banyak buku Indonesia, terutama yang bertemakan agama, sejarah Islam, dan budaya Nusantara, memiliki relevansi yang kuat dengan pembaca di Timur Tengah,” ia menambahkan.
Festival ini juga memerangi pembajakan buku, dengan Shopee menyediakan Brand IP Portal bagi penulis dan penerbit untuk melindungi hak cipta mereka. Selama festival berlangsung, Shopee menawarkan diskon hingga 50% dan ekstra voucher 10% untuk pembelian buku lokal.
“Selain itu, Indonesia bukan hanya menjadi market, tapi kita juga memiliki nilai ekspor melalui ekonomi kreatif. Harapan saya ke depan, mari kita mempersatukan hati, melangkah bersama agar lebih banyak karya tulis lokal yang bisa diekspor dan mari stop beli buku bajakan,” jelas Irene.
