Kopi Tomoro Kantongi Pendanaan Rp946 Miliar, Buka 3.000 Gerai di ASEAN

Tomoro Coffee berhasil mengantongi pendanaan dari modal ventura sebesar USD 60 juta atau setara Rp 946 miliar

ASIAWORLDVIEW – Kopi Tomoro populer di kalangan coffee lovers karena menghadirkan kopi berkualitas tinggi yang bersumber dari pemasok terkemuka dapat membedakannya. Racikan khusus atau metode penyeduhan yang unik sering kali menarik perhatian para penggemar kopi.

Kesuksesan tersebut, membuat Tomoro Coffee berhasil mengantongi pendanaan dari modal ventura sebesar USD 60 juta atau setara Rp 946 miliar (kurs Rp 15.771 per dolar AS) sejak didirikan pada Agustus 2022. Perusahaan membidik ekspansi bisnis hingga ke Asia Tenggara.

“Total pendanaan tersebut ditujukan untuk penambahan gerai, baik itu di dalam negeri maupun luar negeri, untuk penambahan gerai,” kata CEO Tomoro Coffee Indonesia, Super Wang, dikutip Asiaworldview.com, Jumat (1/11/2024).

Baca Juga: Pergeseran Tren Belanja, Jumlah Pengguna eCommerce Meroket di Tahun 2024

Tomoro Coffee membidik ekspansi bisnis di Asia Tenggara karena budaya minum kopi sudah sangat mengakar. Diperkirakan telad ada selama lebih dari 200 tahun.

“Pasar di South East Asia per orang per tahun akan minum lebih dari 150 cangkir, jadi pasar sangat luar biasa. Selain itu, jumlah penduduk semua South East Asia adalah 600 juta, sehingga pasar cukup besar dan luas,” jelasnya.

Tomoro menargetkan penambahan 3.000 gerai di beberapa negara di Asia Tenggara, yakni Malaysia, Vietnam, Kamboja, hingga Thailand.

“Kita akan lihat di beberapa negara ASEAN mungkin ada 3.000 gerai potensial,” ungkap Super.

Saat ini, Tomoro Coffee sudah memiliki lebih dari 600 gerai di Indonesia. Pada Desember 2023, perusahaan mulai ekspansi ke Shanghai, China. Kemudian, Tomoro Coffee membuka gerai pertama di Singapura pada Februari 2024 dan terus bertambah hingga 6 gerai.

Pada April 2024, lanjut Super, Tomoro Coffee memasuki pasar Filipina. Hingga saat ini, sudah ada 12 gerai dibuka di negara tetangga Indonesia tersebut.