Menteri Rosan Roeslani: Investor Dalam Negeri Melonjak 19,1 Persen

Rosan Perkasa Roeslani,

ASIAWORLDVIEW Indonesia berhasil merealisasikan Rp 465,2 triliun pada kuartal pertama 2025. Angka ini ternyata lebih dari setengah uang berasal dari investor domestik, pemerintah.

Investasi keseluruhan yang direalisasikan adalah sekitar 24,4 persen dari target tahunan Rp 1,905,6 triliun yang telah ditetapkan Indonesia untuk tahun ini. Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa investor asing biasanya merupakan bagian terbesar dari investasi yang dicatat Indonesia.

“Perubahan itu bukan karena investor asing kehilangan minat di negara kita, tetapi hanya bahwa investasi domestik tumbuh pada tingkat yang lebih cepat. Investasi domestik melonjak 19,1 persen tahun-ke-tahun [YOY] pada Q1 2025, sementara investasi asing [FDI] melonjak 12,7 persen YOY,” sebut Menteri investasi Rosan Roeslani mengatakan kepada wartawan, Selasa (29/4/2025).

Baca Juga: Posisi Jakarta di Mata Investor: Peluang Bisnis Terbuka Lebar

Pada Q1 2025, investor domestik menghasilkan 50,5 persen dari total investasi, mencapai Rp 234,8 triliun. Investasi yang direalisasikan yang tersisa berasal dari lembaga-lembaga asing (Rp 230,4 triliun).

Pemerintah menghubungkan meningkatnya minat dari investor domestik dengan infrastruktur. Selama beberapa tahun terakhir, pengembangan infrastruktur – mulai dari jalan tol hingga pembangunan bandara – telah berjalan lancar, terutama di bawah aturan Joko “Jokowi” Widodo sebelumnya.

“Kenaikan investasi domestik karena pengembangan infrastruktur, khususnya tol di Riau dan Sumatra Utara. Kami juga telah mulai menerima laporan investasi dari sektor real estat dan properti,” ia menambahkan.

Ia mengungkapkan bahwa investasi domestik ini terutama diberikan kepada telekomunikasi, transportasi, dan gudang (RP 48,4 triliun). Sama seperti rekan asing mereka, investor domestik menunjukkan minat besar pada sektor pertambangan Indonesia, menghabiskan sekitar Rp 29,5 triliun pada kuartal pertama.