ASIAWORLDVIEW – Kecelakaan tragis yang melibatkan kendaraan Xiaomi SU7, yang terjadi pada 29 Maret di Tongling, provinsi Anhui, China. Insiden ini memicu diskusi luas tentang keamanan teknologi autopilot dan regulasi kendaraan listrik di masa depan
Mobil listrik tersebut menggunakan mode Navigation on Autopilot (NOA) saat kecelakaan terjadi, dengan kecepatan sekitar 116 km/jam sebelum menabrak tiang beton, mengutip Bloomberg, Minggu (6/4/2025).
Baca Juga: Pengalaman EV SU7 Revolusioner, Xiaomi Perluas Pasar Secara Global
Setelah tabrakan, mobil dilaporkan terbakar, dan pintu kendaraan diduga tidak dapat dibuka, meskipun Xiaomi menyatakan bahwa pintu dilengkapi dengan pegangan darurat mekanis.
Menurut sumber, SU7 beroperasi dalam mode mengemudi dengan bantuan NOA dengan kecepatan sekitar 116 km/jam ketika menabrak trotoar dan penghalang berisi air saat melewati jalan memutar konstruksi jalan, setelah itu kendaraan terbakar.
Xiaomi bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan polisi yang sedang berlangsung, tetapi belum mengakses kendaraan yang mengalami kecelakaan. Penyebab kebakaran dan apakah pintu dapat dibuka setelah kecelakaan masih dalam peninjauan.
