ASIAWORLDVIEW – Bitcoin memiliki potensi untuk membentuk kembali sistem keuangan dalam beberapa cara, tetapi apakah Bitcoin akan “menyelamatkan” sistem keuangan tergantung pada bagaimana Bitcoin diintegrasikan dan diatur.
Hal itu diungkapkan Pierre Rochard di akun X, Minggu (6/4/2025). Menurutnya, peran Bitcoin dalam sistem keuangan terus berkembang, dan dampaknya akan bergantung pada bagaimana pemerintah, institusi, dan individu beradaptasi dengan kehadirannya.
Bitcoin beroperasi pada jaringan yang terdesentralisasi, mengurangi ketergantungan pada bank tradisional dan otoritas pusat. Hal ini dapat memberdayakan individu dan meningkatkan inklusivitas keuangan.
Baca Juga: Trump Tariff Tingkatkan Risiko Resesi AS, Bagaimana Nasib Bitcoin?
Ia juga menyebutkan Bitcoin memfasilitasi transaksi internasional yang lebih cepat dan lebih murah dibandingkan dengan sistem perbankan tradisional, yang dapat merevolusi dinamika perdagangan global.
Aset digital ini bisa digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi karena pasokannya yang terbatas, yang berbeda dengan mata uang fiat yang dapat dicetak tanpa batas.
Pierre Rochard, pengusaha, peneliti, dan pengembang perangkat lunak yang dikenal sebagai salah satu pendukung utama Bitcoin. Ia mendirikan Bitcoin Advisory pada tahun 2018 untuk membantu individu memahami, membeli, dan menyimpan Bitcoin dengan strategi investasi jangka panjang. Rochard juga merupakan salah satu pendiri Satoshi Nakamoto Institute, yang bertujuan untuk mengkurasi literatur utama tentang Bitcoin dan kriptografi.
Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden di Riot Platforms, sebuah perusahaan penambangan Bitcoin besar di AS. Rochard juga dikenal sebagai pembawa acara podcast “Noded Bitcoin Podcast,” di mana ia membahas berbagai aspek Bitcoin, termasuk tata kelola desentralisasi dan potensi ekonomi digital.
Terlepas dari manfaatnya, Bitcoin menghadapi tantangan seperti volatilitas pasar, ketidakpastian peraturan, dan masalah lingkungan karena proses penambangan yang boros energi.
