Harga Shiba Inu Anjlok sejak Februari 2025, Khawatir Death Cross

Shiba Inu.

ASIAWORLDVIEW – Shiba Inu (SHIB) telah berada dalam tren penurunan dalam beberapa minggu terakhir, dengan harga turun lebih dari 34% sejak Februari. Pergerakan terbaru ini telah menarik perhatian para investor, terutama karena token ini mendekati level support. Selain itu, metrik lain mendukung anggapan bahwa harga SHIB kemungkinan besar akan tetap berada di bawah tekanan jual dalam beberapa hari ke depan.

Harga Shiba Inu telah menunjukkan penurunan yang konsisten sejak mencapai level tertinggi USD0.00001894 pada Februari 2025. Pada pertengahan Maret, token ini diperdagangkan di sekitar USD0.00001251, menandai penurunan nilai yang signifikan.

Selama beberapa minggu, koin ini gagal mengalami kenaikan harga yang berkelanjutan, melainkan mengalami pergerakan naik yang singkat diikuti dengan penurunan.

Baca Juga: Harga Shiba Inu Menuju USD0,000081, Cadangan Pertukaran Capai Rekor Terendah

Pergerakan bearish baru-baru ini pada SHIB diperkuat setelah aset tersebut melakukan upaya pemulihan yang sangat singkat. Minggu lalu, aset ini mencapai level terendah intraweek di USD0,00001082 sebelum pulih ke USD0,0000138, naik 26%.

Salah satu indikasi teknikal yang telah menimbulkan kekhawatiran mengenai tren harga Shiba Inu bagi para trader adalah “Death Cross”. Pola ini terjadi ketika moving average (MA) 50 hari turun di bawah MA 200 hari yang menunjukkan tren bearish.

Death Cross dianggap sebagai sinyal bearish, yang mengindikasikan bahwa harga dapat terus turun dalam jangka pendek. Selain itu, harga berada di bawah moving average 50 hari dan 200 hari, yang mendukung anggapan bahwa tekanan jual dapat meningkat. Band bawah dari Bollinger Bands, yang berada di USD0,00001123, juga terlihat sebagai target potensial untuk SHIB dalam beberapa hari mendatang, menambah prospek bearish.

Shiba Inu telah dikaitkan dengan pemegang awal atau paus melalui pola fluktuasi harga. Sesuai dengan data analisis pasar on-chain oleh Glassnode, paus memiliki 20% dari keseluruhan pasokan Shiba Inu sebelum awal fase bullish 2021. Ini juga berarti bahwa pemegang besar ini berperan penting dalam memengaruhi harga SHIB, terutama jika mereka membeli atau menjual token dalam volume besar.