ASIAWORLDVIEW – Harga Shiba Inu telah mengalami penurunan selama beberapa bulan terakhir, turun hampir 63% sejak Desember 2024. Meskipun demikian, sebuah metrik utama telah menunjukkan tanda-tanda positif yang dapat membantu koin meme pulih.
Cadangan pertukaran Shiba Inu baru-baru ini mencapai titik terendah sepanjang masa sebesar 93,573 triliun token, menandai pergeseran perilaku investor. Penurunan cadangan devisa ini menunjukkan berkurangnya tekanan jual, yang dapat membantu harga SHIB menembus level-level resistance utama.
Baca Juga: Analisis Harga Shiba Inu: Nasib SHIB Turun Tajam
Menurut data CryptoQuant, cadangan pertukaran Shiba Inu baru-baru ini mencapai titik terendah sepanjang masa sebesar 93,573 triliun token. Ini hanya mewakili 15,88% dari pasokan yang beredar. Metrik cadangan pertukaran melacak jumlah SHIB yang dipegang oleh bursa utama seperti Binance, Coinbase, dan Crypto.com. Penurunan cadangan ini menunjukkan bahwa sebagian besar SHIB dipindahkan dari bursa, kemungkinan besar dipegang oleh investor jangka panjang.
Penurunan cadangan bursa sering kali dilihat sebagai sinyal bullish. Ketika investor menarik kepemilikannya dari bursa, pasokan SHIB yang tersedia untuk dijual berkurang. Penurunan likuiditas bursa ini dapat membantu mengurangi tekanan harga ke bawah.
Selain penurunan cadangan devisa, Shiba Inu juga mengalami peningkatan jumlah pemegang jangka panjang. Menurut data dari IntoTheBlock, pemegang jangka panjang SHIB, yang didefinisikan sebagai mereka yang memegang aset setidaknya selama satu tahun, telah melonjak ke puncak baru 1,09 juta alamat. Meningkatnya jumlah pemegang jangka panjang ini merupakan pertanda positif bagi stabilitas harga Shiba inu.
Peningkatan jumlah pemegang jangka panjang biasanya mengurangi tekanan jual, karena para investor ini cenderung tidak melikuidasi posisi mereka selama fluktuasi pasar jangka pendek. Perubahan perilaku investor ini menunjukkan bahwa harga Shiba Inu dapat mengalami stabilitas yang lebih besar di masa depan.
