ASIAWORLDVIEW – Produksi beras Indonesia mencapai rekor tertinggi, sebesar 13,95 juta ton pada empat bulan pertama tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi beras nasional meningkat dua digit, sehingga mungkin membuka jalan bagi Indonesia untuk benar-benar menghentikan impor.
“Produksi beras diperkirakan mencapai 13,95 juta ton pada Januari-April 2025. … Ini adalah tingkat produksi tertinggi yang pernah ada di Indonesia dalam periode empat bulan yang sama selama tujuh tahun terakhir sejak 2019,” ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam sebuah konferensi pers di Jakarta.
Baca Juga: Bulog Pastikan Stok Beras Aman untuk Penuhi Kebutuhan Masyarakat
Produksi bulanan akan mencapai 5,48 juta ton di bulan Maret saja sebelum turun sedikit menjadi 4,97 juta ton di bulan depan.
Produksi tersebut juga tumbuh 25,99 persen dari 11,07 juta ton yang diproduksi pada empat bulan pertama tahun 2024. Angka yang tercatat pada awal 2024 juga merupakan yang terendah sejak 2018. Pada Januari-April 2019, produksi beras mencapai 13,63 juta ton. Angka ini masih cukup menurun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 14 juta ton.
Pemerintah tetap optimis bahwa Indonesia dapat memproduksi 32 juta ton beras tahun ini. Permintaan nasional untuk biji-bijian ini diperkirakan akan mencapai 31 juta ton. Dengan kata lain, ini akan menyisakan surplus 1 juta ton yang bisa ditambahkan ke dalam persediaan Indonesia. Ini juga berarti bahwa Jakarta tidak perlu membeli beras dari luar negeri pada tahun 2025.
