OJK Ungkap Alasan Harga Kripto Fluktuatif

Ludy Arlianto, Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital OJK

ASIAWORLDVIEW – Banyak investor membeli cryptocurrency sebagai investasi spekulatif, berharap mendapat untung dari fluktuasi harga. Perilaku spekulatif ini dapat menyebabkan perubahan harga yang signifikan.

Ludy Arlianto, Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital OJK menjelaskan alasan harga kripto yang fluktuatif. Menurutnya, harga cryptocurrency dapat berfluktuasi secara signifikan berdasarkan perubahan dalam penawaran dan permintaan.

“Ini kalau kita melihat grafik, harga di pasar kripto itu naik-turun. Penawaran yang terbatas dan permintaan tinggi dapat mendorong harga naik. Sementara peningkatan pasokan atau penurunan permintaan dapat menyebabkan harga turun,” ia mengatakan dalam Focus Group Discussion (FGD):”Menggali Potensi Kolaborasi Aset Kripto dan Industri Jasa Keuangan di Indonesia”

Baca Juga: OJK Pastikan Keamanan dan Stabilitas Ekosistem Cyrptocurrency di Indonesia

Sentimen pasar dapat berdampak besar pada harga cryptocurrency. Berita positif dapat menyebabkan lonjakan harga, sementara berita negatif dapat menyebabkan harga jatuh.

“Kemarin efek perubahan kebijakan saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, membuat harga kripto sempat bersinar. Dianggap pemimpin yang pro-kripto,” ia mencontohkan.

Jumlah cryptocurrency yang bersaing juga dapat mempengaruhi harga. Dengan banyak cryptocurrency yang berbeda tersedia, investor dapat mengalihkan investasi mereka dari satu ke yang lain, menyebabkan fluktuasi harga. Biaya memproduksi cryptocurrency melalui penambangan dapat mempengaruhi harga. Biaya penambangan yang lebih tinggi dapat menyebabkan harga yang lebih tinggi, karena penambang perlu diberi kompensasi atas upaya mereka2.

“Peraturan: “Perubahan peraturan dan kebijakan pemerintah dapat berdampak pada harga cryptocurrency. Misalnya, jika pemerintah melarang atau membatasi penggunaan cryptocurrency, harga dapat turun dengan tajam,” ia mengungkapkan.