ASIAWORLDVIEW – Memasuki tahun 2025 ini, Lazada Indonesia memprediksi akan semakin banyak brand dan penjual yang memanfaatkan afiliasi sebagai bagian dari strategi pemasarannya. Riset Populix 2024, program afiliasi cukup efektif dalam mendorong pembelian, dengan 59% responden mengaku pernah membeli barang yang ditawarkan melalui program afiliasi. Hal ini menunjukkan adanya perkembangan tren di mana konsumen mempercayai rekomendasi produk dari afiliator dan bisa mempengaruhi keputusan pembelian.
“Ekosistem di Lazada memang dirancang untuk menawarkan berbagai peluang ekonomi bagi siapapun yang mau berusaha. Kami menyaksikan bagaimana marketing afiliasi kini menjadi salah satu strategi utama banyak brand dan penjual, karenanya kami terus mengembangkan LazAffiliates yang menawarkan banyak keuntungan bagi affiliate partner di Lazada,” sebut Head of Affiliates, Esa Putra, dikutip Asiaworldview.com, Selasa (21/1/2025).
Baca Juga: Lazada Bersiap Sambut Gelaran Belanja 12.12 di Indonesia
Lazada terus mengembangkan program LazAffiliates dengan berbagai kemudahan dan skema komisi yang menggiurkan. Selain skema komisi affiliate yang terbilang lebih tinggi dibandingkan program serupa, affiliate partner di Lazada juga akan mendapatkan komisi apabila ada yang masuk ke aplikasi Lazada lewat link yang disebarkan dan membeli barang apa pun, meski bukan barang yang dipromosikan lewat link affiliate tersebut.
Dengan tim berdedikasi, berbagai program kerja sama dengan brand yang menarik, serta skema insentif yang menguntungkan, LazAffiliates bisa menjadi opsi tambahan penghasilan bagi siapa pun. Setiap link yang dipromosikan affiliate partner bahkan berlaku hingga tujuh hari, menjadikan peluang lebih besar untuk terjadinya pembelian melalui link tersebut.
“Ada pula komisi ekstra bagi affiliate partner yang bisa mengajak teman atau kerabat untuk bergabung di LazAffiliates,” tambah Esa.
