Biodiesel B50 Resmi Diluncurkan, Bahlil: Cocok Juga untuk Mercedes Benz

Bahlil

ASIAWORLDVIEW – Pemerintah ambisius menjalankan program Biodiesel B50 karena kebijakan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Selain itu, mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Program Biodiesel Wajib B50 di Tempat Istirahat Km 57, Kabupaten Karawang, pada hari ini, Kamis (9/7/2026). Program Biodiesel Wajib B50 adalah Peraturan Menteri Nomor 4 Tahun 2025 tentang Usaha dan Pemanfaatan Biofuel.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ikut dalam persemian tersebut. Ia meyakinkan masyarakat mengenai kualitas biodiesel B50. Menurutnya, kompatibel dengan kendaraan yang diproduksi oleh pabrikan mobil Asia dan Eropa.

“Biodiesel ini tidak hanya diuji pada mobil Toyota, tetapi juga cocok untuk Mercedes,” kata Bahlil.

Berdasarkan hasil uji coba B50 yang dilakukan selama kurang lebih enam bulan, Lahadalia menyatakan bahwa kualitas B50 jauh lebih unggul daripada B40. Penilaian tersebut didasarkan pada frekuensi penggantian filter yang dilakukan selama uji jalan.

Baca Juga: Uji Teknis Positif, Biodiesel B50 Siap Didistribusikan dari Sabang hingga Merauke

Untuk biodiesel B40, katanya, filter biasanya perlu diganti setiap 10.000–20.000 km. Sementara itu, selama periode uji jalan B50, Lahadalia mengatakan bahwa beberapa kendaraan bahkan tidak memerlukan penggantian filter meskipun telah menempuh jarak 40.000 km.

Dengan mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50 persen ke dalam bahan bakar diesel, Indonesia dapat meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam domestik. Apalagi minyak sawit, yang menjadi bahan baku utama biofuel.

Program ini juga sejalan dengan agenda transisi energi bersih, mengurangi emisi karbon, serta mendukung komitmen global terhadap keberlanjutan lingkungan. Selain itu, hasil uji coba menunjukkan bahwa kualitas B50 lebih unggul dibanding B40, dengan efisiensi penggunaan filter hingga jarak tempuh 40.000 km, sehingga memberikan manfaat teknis bagi konsumen dan industri otomotif.

“B50 bukan hanya solusi energi, tetapi juga instrumen ekonomi yang mampu memperkuat daya saing Indonesia di pasar internasional dan menjaga stabilitas energi di tengah dinamika global,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *