ASIAWORLDVIEW – Bitcoin turun tipis, diperdagangkan di kisaran USD62.100–62.260 atau sekitar Rp 1,11–1,12 miliar per koin hari ini, Kamis (9/7/2026). Penurunan harian sekitar 2,07%–2,25%. Koreksi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, khususnya di kawasan Selat Hormuz, yang memicu kekhawatiran investor terhadap stabilitas global.
Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakhiri gencatan senjata semakin menerima sentimen pasar, membuat investor cenderung menghindari aset berisiko seperti kripto. Selain itu, penayangan harga minyak Brent yang sempat menembus USD 80 per barel menambah tekanan inflasi global.
Sementara risalah rapat The Fed menunjukkan perbedaan pandangan mengenai arah suku bunga, dengan sebagian pejabat mendukung kenaikan suku bunga lebih cepat. Kombinasi faktor ini mempertegas tekanan pada pasar kripto.
Dari sisi pasar, kapitalisasi Bitcoin saat ini berada di kisaran USD 1,24–1,25 triliun dengan dari total harga terk, dengan dominasi hampir 60% dari total kapitalisasi kripto global. Aktivitas perdagangan tetap tinggi, dengan volume transaksi mencapai Rp 506–535 triliun dalam 24 jam terakhir.
Baca Juga: Bitcoin Pulih ke Atas USD60.700 Usai Pernyataan Fed, Solana Pimpin Kenaikan Kript
Kondisi itu menandakan likuiditas yang kuat meski harga terkoreksi. Menariknya, arus masuk ke spot ETF Bitcoin di Amerika Serikat tetap positif selama tiga hari berturut-turut, menunjukkan bahwa minat investor institusional terhadap aset digital ini masih tetap terjaga. Namun, indeks Fear & Greed pasar kripto berada pada tingkat ketakutan ekstrem, mencerminkan kehati-hatian investor ritel dalam menghadapi kondisi global yang penuh layar.
Dampak penurunan Bitcoin juga terasa pada aset kripto lainnya: Ethereum (ETH) turun ke USD 1.738 (-2,12%), Binance Coin (BNB) berada di USD 567 (-2,04%), XRP melemah ke USD 1,09 (-2,27%), dan Solana (SOL) terkoreksi lebih tajam ke USD 77 (-4,52%). Sementara itu, stablecoin seperti USDT dan USDC tetap stabil di sekitar USD 1, menegaskan sebagai aset yang melindungi nilai di tengah volatilitas.
Secara keseluruhan, kondisi Bitcoin hari ini mencerminkan sensitivitas pasar kripto terhadap faktor eksternal seperti geopolitik, harga komoditas, dan kebijakan moneter. Meski harga terkoreksi, dominasi Bitcoin tetap kuat dan dukungan investor institusional masih menjadi penopang utama.
Bagi pelaku pasar di Indonesia, situasi ini menjadi pengingat penting untuk selalu melakukan analisis risiko kripto secara menyeluruh, memperhatikan dinamika global, dan tidak hanya tertuju pada tren harga jangka pendek.

